BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Usai BBM jenis pertamax harganya naik melambung. Kini pedagang BBM eceran sudah tidak boleh membeli Pertalite menggunakan jerigen.
Akibatnya, sejumlah pedagang BBM eceran sangat sulit mendapat BBM jenis pertalite, dan tidak jarang tidak jualan jenis Pertalite. Jikapun ada harganya sudah tidak karuan.
Di salah satu Pom bensin di Jetak Kecamatan Bojonegoro, Antrian mulai panjang dan mengular, dari pukul 9:00 WIB di POM Jetak dengan register Pertamina nomer 54.62101.
Dari pantauan di lapangan, Harga BBM perliternya adalah sebagai berikut. Pertamax 92, Rp 12,500 Tupiah. Pertamax turbo 14.500 Rupiah. Solar 5, 150 Rupiah Daxlite 12,950 Rupiah. Pertalite 7,650 Rupiah.
Iwan Gunarto sebagai pengawas Bom tersebut membenarkan soal larangan membeli dengan pakai jerigen. hal tersebut untuk mematuhi surat edaran dari Pertamina, BBM Jenis Pertalite sudah masuk BBM yang sudah disubsidi oleh pemerintah.
Iwan menambahkan, terkait harga Pertalite yang naik di sejumlah pedagang kecil, Iwan tidak bisa komentar.
“Benar, kita batasi tidak diperbolehkan pakai jerigen, karena surat edaran tersebut dari Pertamina, untuk Pertalite tidak ada kenaikan, yang naik hanya pertamax, dari sembilan ribu lima ratus sekian, menjadi dua belas ribu lima ratus rupiah, untuk mobil kalau kita tahu untuk dijual belikan kita larang, tapi kita kan tidak bisa mengawasinya,” terangnya.
Disingung terkait solusi untuk pedagang yang biasa jualan BBM Pertalite yang biasa kulakan dengan jerigen, Iwan Gunarto tidak bisa menjawab karena hal tersebut kewenangan Pertamina.
“Kalau itu bisa ditanyakan pada Pertamina mas, saya tidak bisa menjawab,” pungkasnya.

















