BOJOBEGORO, SUARABANGSA.co.id – Bagi para petualang rasa, aroma rempah yang menguar dari samping Gapura Pintu Masuk Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, adalah sebuah undangan yang sulit ditolak.
Di sanalah Dewi Artika, seorang ibu muda dengan kegigihan luar biasa, meracik simfoni rasa yang kini tengah menjadi primadona baru di kancah kuliner lokal Bojonegoro.
Warung milik Dewi bukan sekadar tempat singgah, melainkan destinasi bagi pecinta kuliner pedas sejati. Bojonegoro 25/1/2026.
Menu unggulannya, Rica-Rica Belut, sukses memikat hati pelanggan dengan tekstur yang pas dan bumbu yang meresap hingga ke tulang.
Selain belut, pilihan protein seperti bebek, menthok, dan ayam pun tak kalah menggoda untuk dicoba.
“Tekstur dan pedasnya pas, sangat saya rekomendasikan untuk pecinta kuliner,” ungkap Ahmad S., salah satu pengunjung yang baru datang ke warungnya, yang terkesan dengan racikan tangan dingin wanita asal Mori Nguyangan, Trucuk ini.
Baru delapan bulan melangkah, Dewi sudah mampu menggerakkan ekonomi sekitar dengan mempekerjakan tiga karyawan.Usahanya pun kian berkembang, melayani pesanan katering hingga kebutuhan konsumsi instansi.
Tak hanya soal perut, Dewi juga menyediakan ruang santai di lantai atas lengkap dengan fasilitas Wi-Fi, menjadikannya tempat nongkrong yang asyik sembari menikmati kopi.
Aspirasi untuk Pemberdayaan UMKM
Dibalik kesibukannya mengolah dapur dan aktif di berbagai organisasi, Dewi menyimpan harapan besar bagi masa depan UMKM di Bojonegoro.
Sebagai pelaku usaha kecil yang berjuang secara mandiri, ia merasakan masih adanya celah dalam akses pengembangan kapasitas dari pihak terkait.
“Selama ini kami belum pernah mendapatkan undangan atau pelatihan pemberdayaan untuk peningkatan UMKM,” tutur Dewi jujur.
Ia berharap, kedepannya ada atensi lebih dari pemerintah maupun para wakil rakyat di DPRD Bojonegoro untuk menyentuh pelaku usaha seperti dirinya.
“Semoga ke depan lewat bapak-bapak DPR Bojonegoro, kami bisa diperhatikan juga. Kami ingin UMKM kuliner di sini bisa benar-benar naik kelas,” harapnya tulus.
Kisah Dewi Artika adalah potret nyata kemandirian ekonomi.Namun, dukungan kebijakan dan pemberdayaan yang tepat tentu akan menjadi bumbu tambahan yang membuat UMKM lokal tidak hanya sekadar bertahan, tapi juga terbang tinggi mengharumkan nama daerah.
Secara terpisah Sigit kusharianto selaku komisi B, akan berusaha menghubungkan pihak terkait, Agar UMKM dibojonegoro bisa naik kelas.
“Ya coba nanti kita hubungkan dengan instansi yang mengampu untuk UMKM, hal ini juga bagian dari ketahanan pangan,” pungkasnya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















