Pemkab Bojonegoro Gelar Musrembang Perempuan, Ini Harapan Bupati Anna Mu’awanah

- Admin

Selasa, 22 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Perempuan untuk tahun 2023 kembali digelar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro Dengan mengusung tema, ‘Peran Perempuan Dalam Perencanaan Pembangunan’, Selasa (22/03/2022).

Musrenbang tersebut dihadiri Aktivis perempuan Nursyahbani Katjasungkana, aktivis Perempuan yang aktif terhadap emansipasi wanita di Indonesia, dan juga pernah menjadi Sekretaris pertama Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) untuk Keadilan Dan Demokrasi di tahun 1998 sampai 2004.

Dari hasil pantauan suarabangsa.co.id Dalam Musrenbang tersebut Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan, dalam kerangka pemerataan pembangunan, sudah layaknya perempuan terlibat aktif dalam pembangunan daerah, baik itu mendapatkan akses yang luas, baik informasi maupun aspirasi.

“Musrenbang pada hari ini akan menjadi masukan, pedoman dalam menyusun kebijakan daerah pada APBD 2023 mendatang,” terangnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sangat berharap dalam forum Musyawarah rencana pembangunan hari ini bisa menjaring serta menampung seluruh aspirasi peserta, peserta juga diharapkan menuangkan ide-ide gagasannya, konsep, untuk mendorong pembangunan di Bojonegoro.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Padang Sidempuan Membuka Acara Puncak Peringatan Hari Kartini Ke-144

Bupati berharap, dari Musrenbang ini kelak ada peningkatan Indeks pembangunan manusia, hal tersebut sangat diharapkan dalam Musrenbang ini muncul, terkait penanganan stunting, maupun pencegahan terhadap angka kematian ibu dan bayi, maupun persoalan perempuan yang ada di Bojonegoro.

“Forum musyawarah ini bisa menampung seluruh aspirasi peserta, juga menuangkan ide-ide gagasan, konsep, untuk mendorong pembangunan Bojonegoro, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, penanganan stunting, serta pencegahan terhadap angka kematian ibu dan bayi, dan sebagainya,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda M. Anwar Murtadlo mengatakan, persoalan perempuan masih menjadi permasalahan di Kabupaten Bojonegoro antara lain indeks pembangunan manusia sektor perempuan, Indeks Pembangunan Gender, dan Indeks Pemberdayaan Gender masih dibawah Provinsi dan Nasional.

“Kemudian angka kematian Ibu melahirkan dan juga kwantitas stunting. Oleh sebab itu Musrenbang Perempuan dapat menjawab berbagai persoalan perempuan khususnya kesenjangan gender khususnya di Kabupaten Bojonegoro,” jelasnya.

Baca Juga:  Oklik Resmi Jadi Karya Dan Kerajinan Asli Bojonegoro

Menurutnya, tujuan dilaksanakannya Musrenbang Perempuan ini untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan kelompok perempuan dalam proses penyusunan perencanaan dan anggaran pembangunan di Kabupaten Bojonegoro. Juga sebagai inovasi dan terobosan dalam memperkuat pelaksanaan pengarusutamaan Gender.

“Hasilnya (Musrenbang) nanti diharapkan mampu melahirkan kesepakatan dan kesepahaman peserta dengan Pemkab Bojonegoro tentang program dalam pencapaian sasaran prioritas pembangunan Daerah tahun 2023,” pintanya.

Aktivis Perempuan serta juga Advokat, yang juga pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI di tahun 2004 sampai 2009 dari Partai Kebangkitan Bangsa dari Propinsi Jawa Timur Nursyahbani Katjasungkana sebagai nara sumber dalam seminar tersebut mengatakan, Dalam tujuan pemberdayaan perempuan setiap daerah semua demi untuk membangun pembangunan Daerah serta menjaga eksistensi, harus disadari bahwa dia (perempuan) memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki, tidak seharusnya perempuan selalu berada dalam posisi terpuruk,

Baca Juga:  Pemkab Bondowoso Lakukan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal dengan Gowes Bareng Ulama’ dan Umaro’

“Sehingga perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan diri,” jelasnya.

Tambah wanita yang aktif di beberapa lembaga perempuan, serta Anggota Komisi Nasional Kekerasan terhadap Perempuan (1998-sekarang) juga menambahkan, Lahirnya UU Pemerintahan Daerah UU No. 22 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No.32 Tahun 2004, serta UU No. 25 Tahun 1999, Tentang Perimbangan Keuangan Daerah mengubah Paradigma dari pembangunan top down ke button up.

Dengan kesetaraan gender yang berprestasi membuat nilai nilai perubahan serta peran wanita untuk terus berkolaborasi dalam pembangunan yang melibatkan banyak unsur serta stakeholder.

“Perubahan ini, juga mengubah dari pembangunan yang dilakukan Pemerintah menjadi pembangunan yang partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan banyak kelompok dalam masyarakat termasuk kelompok perempuan,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah Nurul Azizah, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Timur, Jajaran istri Forkopimda, Kepala OPD Perempuan, Akademisi, Ormas perempuan, serta Nursyahbani Katjasungkana sebagai Narasumber.

Berita Terkait

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting
Bupati Setyo Wahono Sampaikan Nota Penjelasan 5 Raperda dalam Paripurna DPRD Bojonegoro
Perkuat Sinergi, SMSI Bojonegoro dan Bupati Setyo Wahono Bahas Ekosistem Media Sehat
Merawat Aspirasi Lewat Kerja Nyata, Sally Atyasasmi Sabet Gelar ‘The Inspiring Legislator’
Pemkab Sumenep Dukungan Penuh Rencana Pembangunan KEK Tembakau Madura, Siapkan 30 Hektar
Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan
DPRD Sumenep Meminta Pemerintah Daerah Maksimalkan P-APBD Menghasilkan Program Pro Rakyat
Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru