BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Bojonegoro-Tuban, Eko Wahyudi, memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Ketahanan Pangan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Hari Sabtu 9/5/2026.
Langkah ini dinilai sebagai strategi jitu untuk memperkuat kedaulatan pangan lokal sekaligus menyukseskan program nasional.
Eko Wahyudi menilai, kehadiran BUMD Pangan akan mengisi celah yang selama ini belum terjangkau secara maksimal oleh Perum Bulog karena keterbatasan struktur birokrasi yang bersifat sentralistik.
“Struktur Bulog itu kan dari pusat, sehingga setiap wilayah memiliki peluang dan hambatan yang berbeda-beda. Saya mengapresiasi Pemkab Bojonegoro yang mampu menangkap peluang ini. BUMD bisa memetakan dan menindaklanjuti tantangan di lapangan secara lebih lincah,” ujar Eko kepada Suara Bangsa, Sabtu (9/5).
Lebih lanjut, politisi senayan ini menjelaskan bahwa keberadaan BUMD tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden. Menurutnya, distribusi dan penyerapan hasil tani harus dipastikan berjalan lancar dari tingkat kementerian hingga ke level kabupaten/kota.
“BUMD ini bisa menjadi instrumen percepatan untuk menjaga tiga hal krusial: kestabilan produksi, ketersediaan stok, dan stabilitas harga. Jangan sampai fungsi penyerapan tanaman pangan terhambat,” tegasnya.
Terkait potensi persaingan dengan investor besar seperti Wilmar dan perusahaan lainnya, Eko Wahyudi memandangnya sebagai dinamika ekonomi yang positif. Baginya, luasnya wilayah Indonesia membutuhkan banyak kolaborasi untuk memacu pertumbuhan per kapita.
“Semakin banyak kompetisi yang positif, pertumbuhan akan semakin cepat. Namun, pemerintah harus hadir melalui regulasi. Jangan sampai ekskalasi ini malah merugikan masyarakat petani. Regulasi harus memastikan kelompok tani yang masih tertinggal bisa tetap produktif dan tidak tergilas,” imbuhnya.
Eko berharap BUMD Pangan mampu menjadi stimulan bagi ekonomi mikro di Bojonegoro. Jika performa ekonomi di tingkat bawah sudah sehat dan mandiri, hal tersebut akan mempermudah tugas pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Konstruksi berpikir kita adalah bagaimana performa mikro ini meningkat. Jika sektor bawah sudah kuat, stabilitas pangan kita secara otomatis akan jauh lebih kokoh,” pungkasnya kepada Suara Bangsa.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















