BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, membuktikan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Tidak hanya menyiapkan lahan strategis bernilai tinggi, Pemerintah Desa Ngampel juga memastikan bahwa pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) sepenuhnya akan memberdayakan warga setempat.
Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Selasa (12/5/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian peninjauan kesiapan peluncuran serentak 1.061 KDKMP di seluruh Indonesia pada 16 Mei mendatang.
Kepala Desa Ngampel, Purwanto, menegaskan bahwa salah satu manfaat nyata dari hadirnya Kawasan Daulat Mandiri Pangan (KDMP) ini adalah pembukaan lapangan kerja bagi warganya. Ia memastikan proses rekrutmen pengelola gerai akan mengutamakan putra daerah.
“Kami mengutamakan warga Desa Ngampel untuk bekerja di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ini. Untuk perekrutan dari gerai itu petunjuknya 100 persen warga desa setempat,” ujar Purwanto.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa saat ini telah ada 6 orang usulan dari Kodim yang diajukan sebagai pengelola toko. “Sementara untuk yang lain, tetap warga desa yang memiliki potensi di masyarakat. Total ada 12 item (pekerja/bidang) dan saya yakin KDMP ini akan berkembang di desa kami,” tambahnya dengan optimis.
Terkait lokasi, Purwanto mengakui bahwa lahan yang dialokasikan untuk KDMP di Desa Ngampel memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.
Namun, demi kemajuan ekonomi kerakyatan, pihak desa dan warga sepakat untuk memberikan akses lahan terbaik.
“Memang Desa Ngampel memiliki lokasi yang strategis dan untuk nilai tanahnya pun luar biasa. Namun, demi untuk kepentingan masyarakat, warga Desa Ngampel dan Pemerintah Desa menyiapkan lahan yang sangat strategis,” jelasnya.
Dukungan penuh dari Pemdes Ngampel ini sejalan dengan data progres fisik yang dilaporkan Kodim 0813 Bojonegoro. Hingga saat ini, pembangunan KDKMP di Bojonegoro telah menjangkau 396 titik dari target 430 desa (92,9 persen), dengan 160 titik di antaranya sudah tuntas 100 persen.
Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, memberikan apresiasi atas kesiapan tersebut. Menurutnya, sinergi antara TNI, Kementerian Koperasi, pemerintah daerah, hingga level pemerintah desa seperti di Ngampel, adalah kunci suksesnya kedaulatan pangan nasional.
Hadir pula dalam kunjungan tersebut Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa, Pangdam V/Brawijaya, Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, serta jajaran Forkopimda dari kabupaten tetangga.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















