BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar, Eko Wahyudi, menggelar pertemuan silaturahmi bersama ratusan penyuluh pertanian, perikanan, dan kehutanan se-Kabupaten Bojonegoro di salah satu Hotel di Bojonegoro, Sabtu (9/5/2026).
Pertemuan ini bertujuan memperkuat koordinasi lapangan guna menjaga produktivitas pangan di tengah ancaman fenomena iklim El Nino.
Eko Wahyudi sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik(DPR) Indonesia masa jabatan 2024–2029.
Ia mewakili daerah pemilihan Jawa Timur IX dan Fraksi Partai Golongan Karya.
Eko Wahyudi menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai jembatan utama antara program pemerintah pusat dengan kondisi riil di tingkat petani.
Ia menyoroti masih adanya celah komunikasi di mana sejumlah petani mengaku belum mengenal penyuluh di wilayahnya.
“Penyuluh tidak hanya bertugas mendampingi secara teknis, tetapi harus menjadi bagian dari keluarga petani. Kehadiran fisik di lapangan sangat krusial agar pendampingan berjalan maksimal,” tegas politisi Golkar tersebut.
Selain penguatan SDM, agenda utama pertemuan ini adalah mitigasi risiko kemarau panjang. Berdasarkan prediksi BMKG, El Nino diperkirakan akan berdampak pada ketersediaan air di ribuan hektare lahan pertanian di Bojonegoro.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Ia mengajak seluruh stakeholder untuk mempercepat langkah antisipasi melalui perbaikan infrastruktur irigasi dan penyediaan bibit unggul.
“Ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani agar produksi kita tidak merosot akibat cuaca ekstrem,” ujar Nurul.
Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro melaporkan capaian positif dalam setahun terakhir.
Produksi pertanian di Bojonegoro tercatat mengalami kenaikan signifikan dari 710 ribu ton menjadi 856 ribu ton.
Guna mempertahankan prestasi tersebut, Koordinator Penyuluh Kabupaten Bojonegoro, Selvi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengaktifkan kembali aplikasi “E-laku”. Aplikasi ini berfungsi sebagai sarana pelaporan aktivitas penyuluh secara real-time sekaligus memperketat pengawasan kinerja di lapangan.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Melalui aplikasi ini, setiap kendala yang ditemukan petani di lapangan dapat segera dilaporkan dan dicarikan solusinya bersama pemerintah daerah,” pungkas Selvi.
Acara ditutup dengan sesi dialog interaktif yang membahas solusi konkret terkait distribusi pupuk bersubsidi dan strategi pengendalian hama terpadu menjelang musim tanam berikutnya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















