Efikasi Vaksin Covid-19 Mencapai 65,3 Persen, Mungkinkah Herd Immunity Tercapai?

- Admin

Kamis, 14 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berdasarkan data interim uji coba vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung, efikasi vaksin yang dicapai sebanyak 65,3 persen.

Dari angka tersebut terdapat perbedaan tingkat efikasi di Indonesia dengan negara-negara lain yang tingkat efikasi vaksinnya lebih tinggi.

Dengan angka tersebut, masyarakat dari berbagi kalangan bertanya-tanya apakah dengan vaksin tersebut dapat membentuk Herd Immunity pada masyarakat?

Menanggapi hal tersebut, menurut Prof. Wiku Adisasmito selaku juru bicara vaksinasi COVID-19 menjelaskan bahwa herd immunity baru bisa tercapai jika penularan COVID-19 pada masyarakat sudah sangat rendah, atau bahkan tidak ada sama sekali.

Baca Juga:  Editorial: Satu Dekade BKKD Bojonegoro dan Matinya Taring Regulasi

Herd immunity dapat terbentuk tanpa harus memvaksinasi semua masyarakat Indonesia.

Lalu bagaimana dengan efikasi vaksin Sinovac yang hanya mencapai 65,3 persen?

Pakar Farmalogi dan Farmasi Klinis, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt, menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang membuat terjadi perbedaan hasil efikasi vaksin di setiap negara, salah satunya adalah faktor subjek uji klinis vaksin COVID-19 yang berbeda.

Jika subjek ujinya adalah kelompok yang beresiko tinggi seperti tenaga kesehatan, maka perhitungan efikasi vaksin menjadi meningkat. Akan tetapi, jika subjek ujinya adalah kelompok yang beresiko rendah seperti masyarakat, maka tingkat efikasi vaksin cenderung rendah.

Baca Juga:  Dari Pandemi Untuk Ekonomi

Banyak terjadi pro-kontra di kalangan masyarakat terhadap vaksinasi Corona ini, Banyak warga yang meragukan dengan efektivitas dan efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin Corona ini.

Hal ini wajar terjadi karena pandemi COVID-19 yang disebabkan karena adanya virus Corona terbilang masih baru dan tentunya vaksin yang diberikan juga masih baru. Tidak sedikit juga masyarakat yang antusias terhadap vaksinasi Corona ini. Mereka berharap dengan adanya vaksinasi ini setidaknya dapat mengurangi penyebaran virus COVID-19.

Menanggapi tentang permasalahan diatas, saya sendiri setuju dengan keputusan pemerintah mengenai adanya vaksinasi virus COVID-19 di Indonesia. Tingkat efikasi vaksin yang lebih rendah dari negara lain menurut saya tidak menjadi suatu masalah karena angka persentase vaksin di Indonesia sudah memenuhi standar dari WHO yaitu diatas 50 persen.

Baca Juga:  UPT Puskesmas Kowel Menjadi Tempat Pertama Pelaksanaan Vaksin Sinovac di Pamekasan

Pemerintah Indonesia pastinya sudah banyak melakukan pertimbangan mengenai keputusan vaksinasi terhadap masyarakat. Pemerintah harus melakukan sosialisasi dan edukasi yang lebih luas lagi sehingga masyarakat kita bisa paham dan sadar akan pentingnya vaksin ini sehingga herd immunity dapat tercapai.

*Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Prodi Akuntansi Semester 5

Berita Terkait

EDITORIAL: Bojonegoro di Persimpangan Jalan Menghidupkan Aset Mati atau Membunuh Sawah Sendiri?
EDITORIAL: Menanti Keberanian Forpimkab Membongkar Lingkaran Mafia Obat Bojonegoro
EDITORIAL: Membedah Gurita Ordal Part Dua: Ketika APBD Bojonegoro Menjadi Arisan Rezim Lama
EDITORIAL: Membedah Gurita ‘Ordal’, Ketika APBD Bojonegoro Menjadi Arisan Rezim Lama
Dilema Perda di Bojonegoro: Menertibkan Gepeng, Memanjakan Menara?
Tragedi Napis dan Ironi Rp3,6 Triliun: Menagih Nyali di Balik Janji ‘Siswa Top’
Menyingkap Tabir Mitos Bojonegoro: Antara Kearifan Lokal atau Tameng Korupsi?
Editorial: Satu Dekade BKKD Bojonegoro dan Matinya Taring Regulasi

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru