Rasa dan Keunikan Nasi Pocong, Kuliner ‘Maknyus’ di Sumenep

- Admin

Jumat, 1 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Ada yang unik dengan salah satu kuliner makanan yang ada di Madura, khususnya di Kabupaten paling timur pulau garam itu. Ya, Kabupaten Sumenep, Kabupaten dengan sejuta keindahan alamnya yang memukau, juga kekentalan budaya yang hingga saat ini masih nampak terlihat.

Tentu tidak sedikit makanan khas Sumenep yang jarang diketahui banyak orang, dan mungkin yang banyak dikenal masyarakat hingga saat ini hanya kaldu kokot. Namun jauh dari itu, terdapat makanan khas Sumenep, yang memang kedengarannya agak nyeleneh dengan makanan-makanan khas lainnya. Nasi Pocong, begitu masyarakat Dusun Garantong, Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, menyebutnya.

Makanan khas yang satu ini, bukan bentuknya yang menyerupai pocong, melainkan stigmatisasi masyarakat sekitar terhadap makanan setempat dengan kejadian astral yang terjadi pada awal-awal adanya makanan khas Batang-Batang tersebut.

Menurut pengakuan Basta, selaku pemilik usaha nasi pocong tersebut menceritakan asal muasal penamaan nasi biasa, menjadi dikenal banyak orang setelah berubah nama menjadi nasi pocong. Menurutnya, bahwa penamaan nasi pocong terjadi setelah muncul peristiwa menghebohkan warga sekitar, yakni dikatakan adanya penampakan makhluk halus berupa hantu pocong yang tengah mengganggu pembeli saat itu.

Baca Juga:  Banmus DPRD Bojonegoro Tentukan Tanggal 20 Paripurna KUA PPAS 2024

Diceritakan, bahwa pada saat itu, ada seseorang warga sekitar ingin membeli nasi, saat itu memang arah menuju nasi tersebut para pembeli harus melewati jalan setapak yang bersebelahan dengan kuburan, yang saat itu tanpa ada penerangan, dan meskipun ada, itu pun ada di jalan raya alias tidak sampai ke jalan setapak yang dilalui si pembeli saat itu.

Singkat cerita, pada saat pembeli tersebut selesai membeli nasi yang saat itu dibungkus, setibanya di jalan setapak tadi di area kuburan, maka tiba-tiba nampak sebuah makhluk astral yang biasa kita sebut pocong, hingga atas penampakan tersebut pembeli merasa kaget dan melarikan diri dalam kondisi panik ketakutan. Namun, menurut pemilik nasi legendaris tersebut, cerita tersebut hanya cerita dari mulut ke mulut, sebab si pemilik tidak mengetahui betul atas kejadian tersebut, dan secara tiba-tiba nasi jualannya disebut dengan nama nasi pocong.

Baca Juga:  Tipu Warga Sumenep, Perangkat Desa di Bondowoso Ini Dibui

Tinggalkan cerita mistis yang terjadi terhadap asal muasal penamaan nasi pocong tersebut, dan mari kenali kelezatan dan uniknya rasa nasi pocong tersebut.

Nasi pocong tidak seperti nasi-nasi pada umumnya, yang jika dibungkus menggunakan kertas minyak atau mika dan atau menggunakan daun pisang. Namun, nasi pocong dihidangkan dengan menggunakan daun pohon jati, dan hal tersebut semakin nampak ciri khas kuliner tradisional.

Nasi pocong, biasa dihidangkan dengan bakwan sayur atau masyarakat Sumenep lebih mengenalnya dengan nama ote-ote, serta taburan salad berupa sayuran yang dimasak dan dicampur kelapa parut lalu dibumbuhi sebagai pemberi citarasa, atau lebih dikenal dengan sebutan urap-urap.

Soal harga, para wisatawan yang ingin icip-icip masakan nasi pocong khas Sumenep ini, tidak perlu mengeluarkan gocek terlalu banyak, cukup hanya dengan Rp. 5.000 saja, para wisatawan pecinta kuliner Nusantara sudah dapat menikmati satu bungkus nasi pocong legendaris tersebut.

Baca Juga:  Minta Kadisdik Sumenep Dicopot, PMII Demo Pemkab

Dengan harga yang cukup sangat terjangkau, dan citarasa yang tidak mengecewakan, pantas jika warung nasi pocong yang buka dari sore hingga malam dan itu tidak pernah sepi dari pembeli, dan selalu tidak tersisa.

Jadi untuk para pencinta masakan tradisional ala Sumenep, nasi pocong pantas menjadi daftar menu perjalanan para pecinta kuliner Indonesia, dan meskipun dari pusat kota Sumenep untuk sampai ke lokasi perlu perjalanan kurang lebih 25 kilometer ke arah timur, namun masakan khas Sumenep yang tidak akan dijumpai di mana pun itu, yang jelas tidak akan mengecewakan, dari harga hingga rasa.

“Ini rekomendet banget mas, selain murah harganya, juga enak, gak bakalan kecewa jauh-jauh datang ke sini,” ungkap Husnul salah satu pembeli saat itu, Jum’at (01/05).

Lanjut ibu satu anak itu mengatakan, dirinya rela antri untuk mendapatkan sebungkus nasi pocong tersebut.

“Saya antri dari tadi ini,” tukasnya saat berdiri di belakang pembeli yang lain.

Berita Terkait

Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Semarak Puncak HJB ke-349: Diwarnai Tari Kolosal Mliwis Putih dan Sayembara Balon Berhadiah Kambing
Api Abadi Jangan Padam! Setyo Wahono Patok Target Ekstrem Sebelum Masa Jabatan 2029 Habis

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB