Percepat Perizinan UMKM Bondowoso, Tohari Latih 150 Relawan Penggerak, Dapat Hadiah Laptop

- Admin

Rabu, 1 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, SUARABANGSA.co.id – Untuk semakin mempermudah perizinan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bondowoso, Ketua Komisi I DPRD setempat Haji Tohari memiliki inovasi.

Haji Tohari melatih 150 kader penggerak untuk mempermudah perizinan UMKM dengan sistem Online Single Submission (OSS).

Ide percepatan perizinan usaha ini pun diapresiasi oleh Kepala DPMPTSP dan Naker Kabupaten Bondowoso Nunung Setianingsih.

Dengan OSS, masyarakat terutama UMKM bisa sangat mudah mengakses perizinan.
Hanya saja, masih banyak masyarakat belum tahun tentang tata cara pendaftaran OSS tersebut.

Untuk memperluas pengetahuan, ada cara yang diterapkan Haji Tohari, Ketua Komisi I DPRD Bondowoso.

Haji Tohari mengarahkan pokok-pokok pikiran DPRD (Pokkir) di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kabupaten Bondowoso, untuk pelatihan 150 orang kader penggerak.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Beri Pesan pada Bupati Bondowoso Salwa Arifin Tentang Ekonomi saat di Bali

Disebut kader penggerak, karena alumni pelatihan ini dijamin memiliki skill untuk melakukan pengurusan pendaftaran perizinan.

Mereka juga diberi challenge atau tantangan berhadiah untuk menjembatani masyarakat untuk kepengurusan OSS.

“Kami siapkan doorprize laptop sampai tab Samsung untuk mereka yang bisa merekrut 50 orang untuk pengurusan OSS,” jelas Haji Tohari di Graha NU Bondowoso, Selasa 31 Mei 2022.

Pada 2022 ini ada 3 tempat pelatihan, dimana setiap tempat berisi 50 peserta dengan pendaftarannya via online.
Salah satunya adalah pelatihan yang digelar di Graha NU Kota Kulon Bondowoso. Berikutnya di Curahdami dan Maesan.

Baca Juga:  Pj Bupati Bojonegoro Launching Logo HJB 347

“Pesertanya hampir seluruh orang dari berbagai kecamatan di Bondowoso,” jelas legislator PKB ini.

Mereka adalah para pelaku UMKM yang belum memiliki izin berusaha atau Nomor Induk Berusaha (NIB).

Setelah pelatihan dan mereka memiliki NIB, maka selanjutnya ada tantangan untuk membantu tetangganya dalam mengurus NIB.

“Bagi mereka yang mau membantu tetangga, kami siapkan hadiah notebook dan tab,” terangnya.

Sementara Kepala DPMPTSP dan Naker Kabupaten Bondowoso Nunung Setianingsih menyebut ada 40 ribuan UMKM di Bondowoso.

Namun, masih banyak UMKM yang belum memiliki izin.

Karenanya, ia mendorong dengan pelatihan, agar para pelaku UMKM memiliki NIB.

Baca Juga:  Bojonegoro Punya Pasar Burung, Bupati Bojonegoro Harapkan Ini

“UMKM ini adalah usaha yang labanya dibawa Rp 1 miliar. Di Bondowoso sangat banyak,” terang Nunung Setianingsih.

Harapannya semua pelaku usaha di Bondowoso memiliki izin, sebab izin adalah dasar legalitas sebuah usaha.

Misalnya ketika ada bantuan usaha dari pemerintah pusat, yang diprioritaskan adalah pelaku usaha yang sudah berizin.

“Ketika harus menambah modal usaha, para pelaku UMKM ini juga harus menyertakan NIB,” jelasnya.

Sementara pengurusan NIB saat ini, sudah sangat canggih.

Sebab di dalamnya sudah ada SNI dan jaminan halal.

“Kalau dulu mereka ngurus 3. Sekarang satu bisa untuk 3 kriteria tersebut dan masyarakat bisa mengurus sendiri dari rumah masing-masing,” kata Nunung. (awi)

Berita Terkait

Kucurkan APBD Masif untuk RTLH, Pemkab Bojonegoro Sabet Penghargaan dari Gubernur Jatim
Bupati dan wakil Bupati Bojonegoro, Sholat Idul Adha Di Masjid Berbeda, Begini Pidato Bupati Bojonegoro
Serapan Baru 26 Persen, Komisi C Warning Diknas Bojonegoro Beserta Jajarannya
Perkuat Peran Perempuan dan Ketangguhan Sosial, Momentum Hari Kartini dan HUT Damkar Jadi Refleksi Pengabdian
Perkuat Ekonomi Lokal, 57 Desa di Bojonegoro Terima Armada Operasional Koperasi Desa Merah Putih
Instruksi Presiden, Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kebijakan Efisiensi Anggaran
Bupati Bojonegoro Terima Rekomendasi LKPJ 2025: Janji Segera Tindak Lanjut Demi Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Setyo Wahono Minta Dukungan Pusat di Hadapan Menteri Hanif Faisol: Malu Jika Bojonegoro Tanpa Adipura

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:39 WIB

Olimpiade Sains dan Matematika Tingkat Asia (ASMOPSS) ke-15 Diikuti 6 Negara, Diselengarakan di Bojonegoro

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:22 WIB

Anggaran Melambung Tinggi, Dana Pokir DPRD Bojonegoro Menjadi Sorotan KPK

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:21 WIB

Sembilan Kades di Bojonegoro Diperiksa KPK

Berita Terbaru

IlusIlustrasi Kasus BSPS Sumenep

Daerah

Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan

Kamis, 25 Jun 2026 - 12:53 WIB