Menteri Lingkungan Hidup Dorong Penguatan Tata Kelola Terkait Sampah di Bojonegoro

- Admin

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id — Menteri Lingkungan Hidup memberikan arahan strategis terkait penguatan tata kelola pengelolaan sampah saat berkunjung ke Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (24/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran camat se-Kabupaten Bojonegoro, serta ratusan petugas kebersihan atau pasukan kuning.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan bahwa dirinya hanya membuka acara sebagai pengantar sebelum arahan lebih lanjut dari Menteri Lingkungan Hidup. Ia berharap, kehadiran Menteri dapat memberikan dukungan nyata bagi Kabupaten Bojonegoro, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan.

Menurutnya, tantangan pengelolaan sampah di Bojonegoro semakin kompleks seiring meningkatnya volume sampah dari hari ke hari, termasuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Karena itu, ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

“Kami menghadirkan camat, kepala desa, serta lintas sektor agar persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran seluruh elemen, termasuk pasukan kebersihan, untuk memiliki kepekaan terhadap persoalan lingkungan dan mampu menjadi contoh di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Anggota Komisi IV DPRD Sampang Ragukan Akurasi Data Penerima BLT DBHCHT

Kepada para camat, lurah, dan kepala desa, Bupati meminta agar momentum kehadiran Menteri dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan daerah, terutama di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Bupati berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat menjadi penyemangat bagi Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, termasuk dalam upaya meraih kembali penghargaan Adipura.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya air, khususnya air tanah, agar dilakukan secara bijak dan berkelanjutan.

Sementara itu, dalam arahannya, Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian dari sisi anggaran, sistem, serta keterlibatan masyarakat.

Ia mencontohkan, di Jakarta anggaran pengelolaan sampah dapat mencapai hampir Rp500 miliar per tahun, belum termasuk biaya armada. Namun demikian, persoalan sampah belum sepenuhnya terselesaikan.

Baca Juga:  Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Berbeda dengan itu, Kota Surabaya dinilai mampu menunjukkan kinerja yang baik, dengan tingkat penanganan sampah mencapai sekitar 97 persen. Meski masih menyisakan sebagian untuk ditimbun dan diolah lebih lanjut, sistem pengelolaan yang diterapkan dinilai lebih efektif dengan biaya rata-rata sekitar Rp600 ribu per ton.

“Artinya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga pada efektivitas manajemen dan keterlibatan semua pihak,” jelasnya.

Menteri juga menyampaikan bahwa Kabupaten Bojonegoro dengan volume sampah sekitar 368 ton per hari memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, dukungan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah daerah menjadi modal penting yang perlu diiringi dengan penguatan tata kelola di lapangan.

Selain itu, Menteri mengarahkan agar di setiap kecamatan disediakan tempat pengelolaan sampah, khususnya di sekitar kantor kecamatan. Sampah organik dapat ditangani langsung di lokasi, sementara sampah nonorganik dikumpulkan dalam kantong untuk kemudian diangkut oleh truk Dinas Lingkungan Hidup secara berkala, sekitar tiga hingga empat hari sekali.

Baca Juga:  Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Golongan Perwira Tinggi Polri Polda Jawa Timur Dilakukan dengan Video Conference

Skema tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya operasional pengelolaan sampah.

Ia juga mendorong penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), terutama dalam pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Metode sederhana seperti pembuatan lubang kompos dinilai mampu mengurangi beban pengangkutan sekaligus menekan biaya operasional.

Sementara itu, sampah anorganik dapat dikumpulkan dan diangkut secara terjadwal agar lebih efisien. Pemilahan sampah sejak dari sumber juga dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, edukasi melalui sekolah, pemerintah desa, hingga kecamatan menjadi kunci dalam membangun budaya peduli lingkungan.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, dengan membangun kesadaran dan budaya masyarakat,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, pengelolaan sampah di Bojonegoro diharapkan dapat berjalan lebih optimal, efektif, dan berkelanjutan.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru