BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro resmi merilis capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dalam Konferensi Pers Akhir Tahun yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Setya Permadi, Senin (29/12). Bojonegoro Provinsi Jawa timur.
Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi, S.H., S.I.K., M.I.K.Menjelaskan dalam keberhasilan 2025, mulai dari keberhasilan pengungkapan kasus menonjol hingga evaluasi keselamatan berlalu lintas.
Terkait Penegakan Hukum,Ketegasan pada Kasus Menonjol
Salah satu pencapaian krusial adalah penyelesaian kasus pembunuhan berencana di Desa Kedungadem yang sempat menyita perhatian publik pada April lalu.
“Kasus yang merenggut tiga nyawa tersebut kini telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).”ungkapnya.
Selain itu, polisi juga berhasil memutus rantai pencurian aset negara berupa rel kereta api di Padangan dan Kapas, serta mengungkap modus operandi curanmor yang dilakukan pasangan suami istri.
“Hal ini menjadi peringatan bagi warga agar tidak lalai meninggalkan kunci kontak pada kendaraan.”Harapnya.
Terkait Kasus Atensi Khusus Negara
Tahun 2025, menjadi tahun penguatan pemberantasan korupsi di Bojonegoro dengan adanya satu perkara yang berhasil naik ke tahap penyidikan, melibatkan kerugian negara sebesar Rp394 juta.
Di sisi lain, peredaran Narkoba masih menjadi tantangan serius dengan kenaikan kasus sebesar 9,37%. Dengan barang bukti berupa puluhan gram sabu dan lebih dari 70 ribu butir pil koplo, polisi berhasil menyelamatkan ribuan generasi muda dari jerat barang haram tersebut.
Namun,kabar baik juga datang dari penanganan Judi Online dan TPPO (Perdagangan Orang) yang turun drastis, menunjukkan efektivitas langkah preventif dan penindakan di tahun sebelumnya.
Imbuh AKBP Afrian terkait Lalu Lintas, mencegah resiko kematian kepada pengemudi yang tiap tahun naik, dalam 2025 ini Menurun di Tengah Naiknya Angka Kecelakaan,
Sebelum nya Kenaikan Kecelakaan, Meningkat 46,32% (total 1.096 kasus).
Tahun 2025 ini Penurunan Korban Jiwa, Angka kematian turun sebesar 5,64%.
Penurunan Pelanggaran,Jumlah pelanggaran turun signifikan hampir 46%.
Menurut Kapolres yang humanis kepada masyarakat kecil tersebut,Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh kesadaran penggunaan perlengkapan keselamatan yang lebih baik serta efektivitas sistem ETLE (Tilang Elektronik).
“Jadi bapak ibu nanti jangan kaget bila ada surat cinta dari polres Bojonegoro,karena kita telah memasanga di dua titik, di jalan Sosrodilogo dan di Jln Diponegoro”terangnya.
Terkait, Perlindungan Perempuan dan Anak Salah satu keberhasilan paling menonjol adalah penurunan kasus pada unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) sebesar 70%. Dari 50 perkara di tahun 2024, kini hanya menjadi 15 perkara.
“Setiap perkara PPA kami tangani dengan pendekatan khusus, termasuk pendampingan psikologis dan mekanisme diversi bagi anak guna menjamin masa depan mereka,” tegas AKBP Afrian.
Catatan Redaksi: Kesimpulan dan Evaluasi, Secara keseluruhan, meski jumlah kejahatan konvensional (Crime Total) naik 15,77%, Polres Bojonegoro menunjukkan performa impresif dalam penyelesaian perkara (Crime Clearance) yang juga naik sebesar 14,21%.
Pesan Kapolres,Keberhasilan menjaga ketertiban bukan hanya tugas kepolisian, melainkan hasil kolaborasi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap modus pencurian kendaraan, menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika, dan terus tertib berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan di tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati Bojonegoro, Ketua PC Nahdlatul Ulama Bojonegoro, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro, serta sejumlah awak media.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















