Rumahnya sudah satu tahun ini yang rusak, sedangkan Ikhwan suaminya, hanya bekerja sebagai pencari rongsokan yang penghasilannya hanya lima puluh ribu seminggu.
“Saya hanya bisa menangis dan berdoa, agar saya dapat bantuan dan bisa merenovasi Gubuk saya ini, saya sangat sedih ketika melihat anak-anak yang tidak bisa tinggal di rumah yang layak,” ucapnya sambil menangis pilu.
Sementara itu menurut Kepala Dusun (Kasun) Badrul Qomarul mengatakan bahwa, pihaknya masih belum mengajukan permintaan bantuan untuk renovasi rumah Ummi, karena baru hari ini Ia menerima laporan.
Akan tetapi menurut Qomarul, Ummi saat ini sudah masuk sebagai penerima manfaat dari Pemerintah, yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten, supaya Ummi ini segera mendapatkan bantuan renovasi Rumah, melihat keadaan Rumah yang benar-benar rusak parah, tinggal nunggu robohnya saja, mohon agar Pemerintah bisa memprioritaskan,” harap Qomarul.
Penulis : Wiwin
Editor : Putri
Halaman : 1 2















