Selama ini untuk makan sehari-harinya ia mencari rongsokan atau barang bekas yang kemudian dijual, dari hasil penjualan rongsokan tersebut Ia bisa membeli nasi dan minyak urut.
“Kadang dapat sepuluh ribu kadang juga dapat lima ribu, kadang saya juga diberi oleh orang, kata Nenek Su kepada Reporter Media ini ketika ditemui pada selasa (14/03/2023) malam.
Sebelum tinggal di Arlan, Nenek Su tinggal di sebuah Kamar Kos disekitar Arek Lancor, akan tetapi karena sekarang biaya kamar Kosnya makin mahal, sehingga Ia tidak mampu untuk membayarnya.
“Awalnya hanya dua ratus ribu, tapi sekarang menjadi lima ratus ribu,” keluhnya.
Nenek Su sebenarnya ingin tinggal ditempat Kos lagi, agar tidak kepanasan dan kedinginan, tapi apa boleh buat biaya Kos yang makin mahal membuat Ia terpaksa tinggal di Arek Lancor, dan keinginannya tersebut baginya saat ini hanyalah sebuah mimpi.
“Sebenarnya saya ingin Kos lagi, kalau bisa disekitar atau yang dekat dengan Masjid Jami” Pamekasan, Karena saya bisa menjalankan Sholat lima waktu di Masjid sambil bantu-bantu menyapu Masjid,” ucapnya.
Lanjut ke Halaman Selanjutnya
Halaman: (1) (2) (3)
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















