Disperindag Probolinggo Lakukan Sosialisasi SRG

- Admin

Kamis, 7 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo bersama dengan SRG Alassumur Kulon memberikan sosialisasi keberadaan SRG kepada para kepala pasar di gudang pemrosesan beras di Desa Wonorejo Kecamatan Maron, Kamis (7/4/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh Natsir, Direktur PT Cipta Usaha Agro Niaga (CUAN) selaku Pengelola SRG Alassumur Kulon Prabowo serta jajaran direksi dari Bank Mandiri Cabang Kraksaan.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir mengatakan para kepala pasar se-Kabupaten Probolinggo ini dikumpulkan dalam rangka untuk memberikan pemahaman terkait keberadaan SRG di Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan yang selanjutnya disampaikan kepada para pedagang yang ada di pasarnya masing-masing. Paling tidak bisa ikut memasarkan produk dari SRG sehingga bisa menjadi percontohan SRG di tingkat nasional.

“Nanti ketika resi gudang ini sudah keluar, petani tidak hanya menyimpan dan tunda jual saja untuk mendapatkan pinjaman di bank dengan bunga 6 persen. Misalnya petani mempunyai padi seharga Rp 1 miliar, maka petani mendapatkan pinjaman sebesar maksimal 70 persen dari nilai berasnya,” katanya.

Tidak hanya itu jelas Natsir, pihaknya juga akan mengembangkan dari PT CUAN untuk menjualkan juga selain menunda jual jika harga jatuh. Jika harganya tidak jatuh petani bisa langsung jual. “Jadi resi gudang itu tujuannya tunda jual,” jelasnya.

Baca Juga:  Bersama Mahasiswa Unesa, MGBK MTs MA di Probolinggo Lakukan Pelatihan Penyusunan Program BK di Masa Pandemi

Menurut Natsir, keterlibatan kepala pasar untuk mendukung SRG ini adalah untuk mendistribusikan beras-beras petani. Sebab beras dari SRG ini dipastikan bahwa beras itu dari Kabupaten Probolinggo.

“Akan tetapi ke depan, resi gudang ini tidak hanya beras tapi juga gabah. Tahun depan nanti kita akan mencoba kopi. Selain kopi juga ada ikan yang bisa dilakukan tunda jual. Jadi kalau di Kabupaten Probolinggo sudah musim ikan harganya jatuh, maka kita sudah kerja sama dengan cool storage yang ada di Kota Probolinggo untuk tunda jualnya,” terangnya.

Natsir menegaskan sampai saat ini kalau SRG sudah sangat siap sekali untuk beras, gabah dan jagung. Untuk ikan dan ayam beku untuk cool storage sudah siap. Selain itu untuk kopi sudah disiapkan gudangnya. Untuk tembakau, masih menunggu dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan bahwa tembakau dimasukkan resi gudang.

Baca Juga:  Bupati Bojonegoro Terima Rekomendasi LKPJ 2025: Janji Segera Tindak Lanjut Demi Pembangunan Berkelanjutan

“Sampai saat ini penerbitan resi masih belum bisa karena kita menunggu dari Bappebti dulu untuk resinya. Kalau SK-nya sudah turun kita langsung sudah siap terbit. Dan ini sambil menunggu kita tetap parallel dengan jalan mendistribusikan beras-beras petani yang tersimpan di gudang SRG,” tegasnya.

Lebih lanjut Natsir mengharapkan ke depan dari PT CUAN yang dipercaya mengelola SRG Alassumur Kulon bisa mengembangkan tidak hanya kepada komoditi beras, jagung dan gabah saja, tetapi juga komoditi-komoditi yang lain yang masuk di resi gudang. Seperti kopi, ikan, ayam beku dan termasuk tembakau yang diharapkan masuk karena tembakau sangat banyak di Kabupaten Probolinggo.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan sudah ada titik terangnya bahwa tembakau masuk ke resi gudang. SRG ini tahun ini sudah siap dan tidak hanya tergantung kepada gudang yang ada di pemerinah, tetapi bisa bekerja sama dengan gudang-gudang yang lainnya,” tambahnya.

Sementara Direktur PT CUAN selaku Pengelola SRG Alassumur Kulon Prabowo mengungkapkan jika saat ini SRG Alassumur Kulon sudah menerima gabah dari beberapa kelompok tani. Sementara ini gabah tersebut disimpan di gudang SRG Alassumur Kulon untuk selanjutnya diproses menjadi beras.

Baca Juga:  Bupati Probolinggo Serahkan SK Pengangkatan PPPK

“Harapan kita nanti SRG bisa mempunyai merk agar bisa mempunyai pasar sehingga mempunyai daya saing jual. Ketika harga jatuh kita masih bisa mengangkatnya. Paling tidak gabah dari petani yang ada di Kabupaten Probolinggo bisa kita pasarkan untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo dengan kualitas dan harga yang baik tentunya,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2021, setidaknya ada 20 macam barang dan persyaratan barang yang dapat disimpan dalam SRG. Hanya saja di Kabupaten Probolinggo barang yang bisa disimpan di SRG hanya gabah, beras, jagung, kopi, ikan dan ayam beku. Serta masih dalam tahap rencana adalah tembakau.

“Untuk meyakinkan petani terhadap SRG, kita mengumpulkan beberapa kelompok tani dan disana kita menjelaskan bahwa kalau sekarang petani bukan hanya bisa menyimpan tetapi kita juga bisa membantu untuk menjualkan. Salah satunya dengan cara kita mengumpulkan kepala pasar harapannya bisa berkolaborasi untuk membantu memasarkan produk-produk yang ada di SRG sehingga nantinya SRG mempunyai branding,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kucurkan APBD Masif untuk RTLH, Pemkab Bojonegoro Sabet Penghargaan dari Gubernur Jatim
Bupati dan wakil Bupati Bojonegoro, Sholat Idul Adha Di Masjid Berbeda, Begini Pidato Bupati Bojonegoro
Serapan Baru 26 Persen, Komisi C Warning Diknas Bojonegoro Beserta Jajarannya
Perkuat Peran Perempuan dan Ketangguhan Sosial, Momentum Hari Kartini dan HUT Damkar Jadi Refleksi Pengabdian
Perkuat Ekonomi Lokal, 57 Desa di Bojonegoro Terima Armada Operasional Koperasi Desa Merah Putih
Instruksi Presiden, Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kebijakan Efisiensi Anggaran
Bupati Bojonegoro Terima Rekomendasi LKPJ 2025: Janji Segera Tindak Lanjut Demi Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Setyo Wahono Minta Dukungan Pusat di Hadapan Menteri Hanif Faisol: Malu Jika Bojonegoro Tanpa Adipura

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

Pererat Kekeluargaan, Koperasi KAREB dan PT KAS Gelar Doa, Besok bersama warga desa juga lakukan hal sama, akan Santuni Ratusan Anak Yatim

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:42 WIB

Ojol Bojonegoro Berbagi 500 Paket Takjil di Jalan Pemuda

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:07 WIB

Ketua Projo Bojonegoro: Pengakuan Rismon Sianipar Adalah Kematian Narasi Fitnah Ijazah Jokowi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:27 WIB

Begini Suara Syukur dari Pedal Listrik, Kisah Lansia Bojonegoro Terima Bantuan Presiden RI Becak listrik

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:23 WIB

Menteri LH Bersama Bupati Bojonegoro Pimpin Curve, dan Bersih-bersih di Program Indonesia Asri

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:04 WIB

Bocil di Bojonegoro yang Sempat Dilaporkan Hilang, Keluarga Menolak Diotopsi

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:38 WIB

Orang Tua Siswa yang Kritik MBG Dilaporkan SPPG, Begini Komentar Ketua DPC Peradi Bojonegoro

Senin, 23 Februari 2026 - 12:39 WIB

Usai Viral, Aktivitas Pungli di TBB Tidak Terlihat Lagi

Berita Terbaru