KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan

- Admin

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Program pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo di Kabupaten Sumenep menuai beragam sorotan.

Di satu sisi pemerintah menegaskan program tersebut merupakan kebijakan nasional yang wajib dilaksanakan. Di sisi lain, DPRD mempertanyakan mekanisme pelaksanaannya, sementara kalangan kepala desa mengaku belum dilibatkan secara utuh sejak tahap perencanaan.

Persoalan itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?” yang digelar Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS) di Auditorium Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Senin (3/8/2026).

Ketua AMOS Junaidi mengatakan forum tersebut sengaja digelar agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai pembangunan KDKMP yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.

“FGD ini menjadi ruang untuk menguji apakah KDKMP benar-benar akan menjadi motor penggerak ekonomi desa atau justru dipersepsikan sebatas proyek pembangunan. Harapan kami, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan Bupati Sumenep Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai keynote speaker, dengan narasumber Kepala DKUPP Sumenep Moh. Ramli, Anggota DPRD Sumenep Hairul Anwar, Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Sumenep Abdul Hayat, serta akademisi UNIBA Madura Dr. Puji Susanto. Dandim Sumenep yang sebelumnya dijadwalkan hadir sebagai pemateri berhalangan hadir.

Baca Juga:  Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Suzuki Ertiga Seruduk Pohon Mahoni

Pemerintah: Program Nasional, Daerah Hanya Memfasilitasi

Kepala DKUPP Sumenep Moh. Ramli menegaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan menentukan pelaksana pembangunan karena seluruh mekanisme telah ditetapkan pemerintah pusat.

Menurutnya, pembangunan fisik KDKMP dikerjakan oleh PT Agrinas sebagai pihak yang ditunjuk pemerintah pusat, sedangkan pemerintah daerah hanya bertugas memberikan dukungan, termasuk memfasilitasi penyediaan lahan.

“KDKMP merupakan program nasional yang harus dilaksanakan. Dalam konteks pembangunan, pelaksananya adalah PT Agrinas yang ditunjuk pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya diminta memfasilitasi, termasuk terkait ketersediaan lahan,” jelas Ramli.

PKDI: Kepala Desa Baru Dicari Saat Ada Masalah

Pandangan berbeda disampaikan Ketua PKDI Sumenep Abdul Hayat. Ia mengaku banyak kepala desa merasa hanya dilibatkan pada urusan penyediaan lahan, sementara proses perencanaan hingga pelaksanaan tidak melibatkan pemerintah desa secara penuh.

Baca Juga:  PBV Ivolta Tlonto Ares Jadi Juara Turnamen Bola Voli Banaar Cup 2022

“Selama ini kepala desa tidak dilibatkan secara langsung. Bahkan kepala desa hanya dimintai persetujuan terkait ketersediaan lahan. Ketika ada persoalan, baru kemudian dilibatkan,” katanya.

Menurut Abdul Hayat, jika koperasi desa memang ditujukan untuk masyarakat desa, maka pemerintah desa semestinya menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pengambilan keputusan.

DPRD Soroti Mekanisme Pengadaan

Sorotan paling tajam datang dari Anggota DPRD Sumenep Hairul Anwar. Ia mendukung tujuan besar KDKMP sebagai instrumen penguatan ekonomi desa, namun mengingatkan agar pelaksanaannya tetap tunduk pada ketentuan hukum dan tata kelola pengadaan barang dan jasa.

“Gagasannya sangat bagus karena bisa memperkuat ekonomi desa. Tetapi pelaksanaannya juga harus sesuai aturan. Ada mekanisme yang mengatur pekerjaan dengan nilai tertentu wajib melalui proses lelang,” tegas Hairul.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam diskusi karena menyangkut aspek transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Baca Juga:  Faham Bersolawat Membawa Berkah Bagi UMKM, Penjual: Terimakasih

Akademisi: Jangan Berhenti Jadi Bangunan

Akademisi UNIBA Madura Dr. Puji Susanto menilai polemik yang muncul seharusnya menjadi bahan evaluasi agar KDKMP tidak hanya menghasilkan bangunan, tetapi benar-benar melahirkan aktivitas ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“KDKMP merupakan program yang baik. Yang terpenting adalah bagaimana koperasi ini berkembang menjadi bisnis masyarakat dan menjadi pilar ekonomi desa,” ujarnya.

FGD AMOS tersebut menghasilkan satu benang merah bahwa seluruh pihak mendukung tujuan pembangunan KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa. Namun, keberhasilan program dinilai sangat bergantung pada tata kelola yang transparan, kepatuhan terhadap regulasi, serta pelibatan aktif pemerintah desa dan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan.

Dengan berbagai catatan yang mengemuka, publik kini menaruh harapan agar KDKMP tidak hanya sukses dibangun secara fisik, tetapi juga mampu membuktikan diri sebagai koperasi yang sehat, mandiri, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Penulis : Hairul

Editor : Putri

Berita Terkait

Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun
Absen Undangan Kapolres, SMSI Sumenep Tegaskan Bukan Bagian Aksi Boikot
Baru 6 Desa Beroperasi, KDMP Pungpungan Kalitidu Masih Terkendala Perizinan Produk Lokal

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru