SUMENEP, SUARABANGSA.co.id — Institut Kariman Wirayudha Sumenep (INKADHA) memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui sinergi strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara INKADHA dan BAZNAS sebagai langkah konkret membangun kerja sama yang berkelanjutan di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi umat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS, Ahmad Rahman, S.Pd.I. Rektor INKADHA, Zainollah, M.Pd., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Zainorrahman, M.E. serta Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah. Muhni, S, E,.M,M. Kehadiran para pimpinan tersebut menunjukkan keseriusan kedua lembaga dalam mengoptimalkan potensi pendidikan tinggi sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Ahmad Rahman, S.Pd.I. menyampaikan bahwa kerja sama dengan INKADHA diharapkan dapat menjadi ruang strategis untuk memperluas kontribusi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dinilai penting, khususnya dalam menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga mampu mendorong kemandirian dan produktivitas masyarakat.
Sementara itu, Rektor INKADHA Zainollah, M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kerja sama dengan BAZNAS menjadi bagian dari upaya (INKADHA) untuk memperkuat implementasi pendidikan berbasis praktik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ekonomi syariah.
Dukungan terhadap kerja sama tersebut juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (INKADHA) . Zainorrahman, M.E. Menurutnya, sinergi INKADHA dan BAZNAS memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai kegiatan akademik dan pemberdayaan ekonomi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam siap mengambil peran melalui pengembangan keilmuan, riset, pelatihan, serta pendampingan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Muhni, S, E,.M,M. menyampaikan bahwa MoU ini dapat menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam memahami praktik pengelolaan zakat, ekonomi syariah, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan magang, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun program pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.
Melalui MoU ini, INKADHA dan BAZNAS diharapkan dapat mengembangkan berbagai program kolaboratif, seperti beasiswa pendidikan, literasi zakat dan ekonomi syariah, penelitian, pelatihan kewirausahaan, pendampingan UMKM, pengabdian kepada masyarakat, serta program pemberdayaan ekonomi mustahik.
Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam membangun jembatan antara dunia akademik dan lembaga pengelola zakat. Dengan mengintegrasikan kekuatan pendidikan, riset, dan pemberdayaan ekonomi, INKADHA dan BAZNAS optimistis dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dari kampus untuk umat, dari sinergi menuju kemandirian. MoU INKADHA dan BAZNAS diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan dalam melahirkan generasi yang unggul, berintegritas, memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu berkontribusi terhadap terwujudnya kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat.
Penulis : Yahya
Editor : Putri

















