BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Acara Puncak Musyawarah Kecamatan (Muscam) se-Kabupaten Bojonegoro yang digelar pada Rabu (18/03/2026) menjadi momentum penguatan struktural dan ideologis Partai Golkar.
Dewan Pakar, Ketua DPD, hingga Anggota DPR-RI senada dalam menyerukan pentingnya meneladani politik Rasulullah SAW dan menjaga soliditas internal di tengah dinamika politik global.
Acara yang dirangkai dengan buka puasa dan bagi-bagi nasi kotak sekitar 500 nasi kotak untuk pengendara arah Surabaya-Bojonegoro di depan kantor DPD Golkar Bojonegoro.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh nasional Anggota DPR-RI Eko Wahyudi, serta unsur Anggota fraksi Golkar beserta unsur pimpinan DPRD Bojonegoro, perwakilan KPU dan Bawaslu, serta para aktivis kampus se-Bojonegoro,serta Perwakilan Kecamatan (PK), dalam undangan tersebut sekitar kurang lebih 500 undangan hadir dihalaman kantor DPD Golkar Bojonegoro.
Dewan Pakar DPD Golkar Bojonegoro, Dr. K.H. Tamam Syaifudin, M.Si., dalam maulidhoh khasanahnya, Tamam menekankan bahwa kapasitas kepemimpinan sejati terletak pada integritas dan hasil nyata bagi rakyat, merujuk pada kesuksesan Rasulullah SAW membangun peradaban di Madinah.
“Ikutlah jejak Rasulullah. Meskipun beliau saat itu tidak berijazah (formal), tapi mampu memimpin Negara Madinah dengan gemilang. Saat itu tidak perlu ribut terkait polemik ijazah, karena yang utama adalah kemampuan memimpin,” tegas Kiai Tamam.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD Golkar Bojonegoro yang juga Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, memberikan pesan khusus kepada para aktivis kampus dan generasi muda yang hadir dalam buka bersama tersebut.
Ia menegaskan bahwa Golkar telah bertransformasi menjadi wadah yang inklusif dan modern bagi kaum intelektual muda.
“Teman-teman aktivis kampus, teman-teman muda, kalau ingin mengasah politik yang santun dan keren, masuklah ke rumah Golkar. Ini rumah teman-teman muda untuk mengekspresikan diri dan mengejar karier. Di sinilah tempatnya,” ajak Ahmad Supriyanto.
Menutup rangkaian pesan kepartaian, Anggota DPR-RI Fraksi Golkar Dapil Tuban-Bojonegoro, Eko Wahyudi, menegaskan bahwa Golkar saat ini adalah rumah bagi para pejuang muda yang mengedepankan dialog.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara kader senior dan junior untuk menjembatani perbedaan pandangan.
“Kalau ada persoalan, Golkar saat ini tidak sama dengan yang dulu. Golkar saat ini adalah saling komunikasi dan diselesaikan di dalam. Kita harus solid di luar maupun di dalam,” pesan Eko Wahyudi.
Menurut Eko, jika terjadi ketidakpahaman antara yang muda dan yang tua di internal partai, semua harus dirangkul dan dikomunikasikan dengan baik dan benar. Baginya, keterbukaan diskusi adalah kunci untuk menjaga marwah partai tetap besar.
Tambahnya,Kehadiran jajaran Fraksi Golkar yang hadir, wakil pimpinan DPRD, perwakilan KPU, serta Bawaslu Bojonegoro hadir dalam acara ini mempertegas transparansi proses Muscam yang telah dijalankan.
” Keterlibatan serta Kehadiran aktif aktivis mahasiswa juga menunjukkan sinyal positif bahwa narasi “Politik Santun” yang harus selalu diusung oleh Golkar” dan menjadi partai masa depan anak muda,” pungkasnya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















