Pedagang Eceran di Bojonegoro Tidak Bisa Beli Pertalite Pakai Jerigen

- Admin

Minggu, 10 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id Usai BBM jenis pertamax harganya naik melambung. Kini pedagang BBM eceran sudah tidak boleh membeli Pertalite menggunakan jerigen.

Akibatnya, sejumlah pedagang BBM eceran sangat sulit mendapat BBM jenis pertalite, dan tidak jarang tidak jualan jenis Pertalite. Jikapun ada harganya sudah tidak karuan.

Di salah satu Pom bensin di Jetak Kecamatan Bojonegoro, Antrian mulai panjang dan mengular, dari pukul 9:00 WIB di POM Jetak dengan register Pertamina nomer 54.62101.

Dari pantauan di lapangan, Harga BBM perliternya adalah sebagai berikut. Pertamax 92, Rp 12,500 Tupiah. Pertamax turbo 14.500 Rupiah. Solar 5, 150 Rupiah Daxlite 12,950 Rupiah. Pertalite 7,650 Rupiah.

Baca Juga:  Bersama Lions club Surabaya, Diknas Bojonegoro Bagikan 1.256 Kacamata Geratis kepada Murid dan Guru SMP

Iwan Gunarto sebagai pengawas Bom tersebut membenarkan soal larangan membeli dengan pakai jerigen. hal tersebut untuk mematuhi surat edaran dari Pertamina, BBM Jenis Pertalite sudah masuk BBM yang sudah disubsidi oleh pemerintah.

Iwan menambahkan, terkait harga Pertalite yang naik di sejumlah pedagang kecil, Iwan tidak bisa komentar.

“Benar, kita batasi tidak diperbolehkan pakai jerigen, karena surat edaran tersebut dari Pertamina, untuk Pertalite tidak ada kenaikan, yang naik hanya pertamax, dari sembilan ribu lima ratus sekian, menjadi dua belas ribu lima ratus rupiah, untuk mobil kalau kita tahu untuk dijual belikan kita larang, tapi kita kan tidak bisa mengawasinya,” terangnya.

Baca Juga:  Hadir di Bojonegoro, Denny Aprisani Beri Motivasi Pelatih dan Atlit PSHT

Disingung terkait solusi untuk pedagang yang biasa jualan BBM Pertalite yang biasa kulakan dengan jerigen, Iwan Gunarto tidak bisa menjawab karena hal tersebut kewenangan Pertamina.

“Kalau itu bisa ditanyakan pada Pertamina mas, saya tidak bisa menjawab,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:58 WIB

Pemerintah Naikkan Titik Impas Harga Tembakau, Petani Dapat Angin Segar

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:17 WIB

Jaga Stabilitas Harga Tembakau, Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep Ajak PR Lokal Maksimalkan Penyerapan Tembakau Petani

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:00 WIB

Resmi Dibuka, Surabaya Printing Expo 2026 Buka Peluang Baru bagi Industri Grafika Nasional

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:19 WIB

153 Perusahaan Ramaikan Surabaya Printing Expo 2026, Usung Transformasi Industri Grafika

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:19 WIB

Perlunya Mensterilkan Program Makan Bergizi Gratis dari Inefisiensi dan Politisasi Lokal

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:51 WIB

EastFood Indonesia 2026 Bidik 20 Ribu Pengunjung, Perkuat Posisi Jatim sebagai Pusat Industri Pangan Indonesia Timur

Senin, 25 Mei 2026 - 16:39 WIB

Bupati Bojonegoro Sentil Bea Cukai, Terkait Rokok Ilegal

Berita Terbaru