SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Ketua DPR RI Puan Maharani menggelar kunjungan ke Kabupaten Sumenep sebagai bentuk menyambung tali silaturahmi terhadap masyarakat Sumenep, Kamis (03/03/2022).
Kunjungan cucu Presiden Republik Indonesia pertama itu dimulai dengan mengunjungi pulau oksigen terbaik kedua dunia yang berada di Pulau Giliyang Kecamatan Dungkek Sumenep. Puan Maharani mengunjungi pulau awet muda tersebut didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta Forkopimda Jatim, Bupati Sumenep Achmad Fauzi, dan juga Kepala Banggar DPR RI Said Abdullah.
Selepas mengunjungi masyarakat Pulau Giliyang, dilanjutkan dengan bertemu 1.500 ibu-ibu di Desa Legung Barat, dan terakhir dilanjutkan dengan menemui seluruh Kepala Desa se Kabupaten Sumenep di Gedung Islamic Center yang berada di Desa Babbalan Kecamatan Batuan.
“Tentu saja kedatangan saya ke sini untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan semua Kepala Desa yang ada di Kabupaten Sumenep ini, dan ingin menyerap aspirasi apa yang dibutuhkan serta mengetahui kondisi Sumenep melalui para kepala desa yang ada,” kata Puan di awal pidatonya.
Menurutnya, salah satu tugas DPR adalah menyerap aspirasi rakyat untuk dijadikan bahan pertimbangan apa yang dibutuhkan rakyat di bawah melalui Anggota DPR.
Pada pertemuan dengan para Kepala Desa tersebut, Puan Maharani menyinggung dana desa yang menurutnya untuk dua tahun terakhir anggaran dana desa belum bisa dinaikkan, mengingat kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih belum pulih sepenuhnya.
“Akan tetapi insyaallah tahun depan, apabila keuangan dan ekonomi negara kembali membaik, maka tahun depan saya akan dorong bahwa dana desa tahun yang akan datang 2023 bisa kita naikkan kembali,” lanjutnya.
Dalam pidatonya, Puan menegaskan bahwa apa yang disampaikan bukan sekedar janji belaka, melainkan hal tersebut pasti akan dilakukannya.
“Ini bukan janji-janji, saya datang kesini tidak hanya memberikan janji karena saya kesini tidak lagi kampanye, tapi saya kesini untuk silaturahmi sambil lalu serap aspirasi,” tegasnya.
Menurutnya, desa merupakan urat nadi bangsa Indonesia, di desa inilah kegiatan perekonomian berada, kegiatan sosial, serta kebudayaan, semua lengkap.
“Desa ini sangat berperan, desa merupakan salah satu penentu maju tidaknya rakyat Indonesia,” tandasnya.

















