Kadisdik Sumenep Panggil Kepala Sekolah dan Guru Honoror yang Diduga Selingkuh

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra memanggil kepala sekolah dan guru honorer yang diduga selingkuh, Selasa (29/7/2025).

Keduanya dipanggil untuk dilakukan klarifikasi atas pemberitaan yang telah beredar di tengah masyarakat hal ini kata Agus Dwi Saputra, untuk memastikan apakah berita tersebut benar adanya.

“Iya, hari ini kami panggil ke Sumenep untuk memastikan berita perselingkuhan yang sudah beredar dan tersebar luas di tengah masyarakat,” kata Kadisdik Sumenep, Agus Dwi Saputra.

Baca Juga:  Duh, Disdik Sampang Kekurangan Ribuan Guru Sekolah Dasar

Namun, Kepala Disdik Sumenep itu belum bisa menjelaskan sanksi apa yang akan diberikan kepada keduanya.

“Nanti kalau memang benar perbuatan (perselingkuhan) itu, pastinya pak Bupati akan memberikan sanksi tegas. Ya bisa jadi sanksi pemecatan sebagai ASN sebagaimana yang sudah terjadi sebelumnya,” ungkap Agus.

Terbaru, kabar dari masyarakat setempat menyampaikan, jika kedua pasangan selingkuh ini sudah dilakukan hukum adat oleh Pemerintah Desa setempat.

“Iya kemarin sudah dilakukan hukum adat kepada dua pasangan selingkuh ini, yakni Kepala sekolah, EK dan RR. Dengan cara diarak keliling Desa dengan disaksikan ratusan warga setempat kemarin Senin 28 Juli 2025 dari pukul 15.00 WIB sampai selesai,” kata warga Desa Sakala yang namanya tidak mau disebutkan.

Baca Juga:  Tingkatkan Pelayanan Guru, Disdik Sumenep Luncurkan Aplikasi Penilaian Angka Kredit Online

Saat diarak kata sumber, nampak wajah kedua pasangan selingkuh ini penuh rasa malu. Karena diiringi dengan sorak sorai ratusan warga. Dan warga pun merasa puas karena perbuatan keduanya dinilai telah menodai Desa Sakala.

“Masyarakat kemarin bebas menyaksikan, dan merasa puas karena hukum sudah dijalankan dengan penuh keadilan tentunya,” ujarnya.

Penulis : Arif

Editor : Putri

Berita Terkait

Pendidikan Tidak Gratis: Menguji Pernyataan Humas SMA 3 Bojonegoro di Tengah Larangan Pungutan dan Politisasi PIP
Ketua DPRD Bojonegoro Diroasting Guru Madrasah, Pertanyakan Anggaran APBD Besar, Guru Madrasah Miskin Tak Dapat Insentif
Dinas Pendidikan Bojonegoro Siapkan 40,4 Miliar untuk Beasiswa
KKN UNIJA Gelar Seminar Digital Marketing, Angkat Potensi Bawang Goreng Desa Basoka
Drama Beasiswa di Bojonegoro: Sudah Tanda Tangan Kwitansi, Kok Tiba-tiba Dibatalkan
Gerakan Ayah Ambil Rapor di Bojonegoro Mendapat Sorotan, Pertimbangkan Psikologis Siswa Yatim Piatu
Momen Hari Guru Perkuat Kedekatan Guru Dan Siswa MI NU 2 Grajagan Banyuwangi
Kepala Sekolah dan Guru Honorer yang Selingkuh Diminta Keluar dari Desa

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru