Sempat Kritis, Korban Pembacokan di Kedung Adem Bojonegoro Meninggal

- Admin

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id –  Setelah mengalami kritis beberapa hari, korban pembacokan di Mushola Al Manar Desa Kedungadem Dukuh Krajan, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, Cipto Rahayu meninggal dunia pada Senin (5/5/2025) di Rumah Sakit Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro.

Informasi Awak media SUARABANGSA.co.id gali, korban mengalami luka bacok parah di kepala yang menembus jaringan otak.

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Santoso, warga Desa Kedungadem yang turut membantu keluarga korban.

“Ya, benar. Kami semua di sini sangat berduka dengan meninggalnya Pak Cipto. Beliau orangnya baik, ramah, dan selalu membantu tetangganya. Malam ini langsung di makamkan,” ucap Santoso, melalui sambungan telepon aplikasi WhatsApp.

Baca Juga:  Ketahuan Pesta, Dua Warga Kecamatan Bluto Diringkus Polres Sumenep

Sebelum meninggal, Cipto sempat menjalani operasi dan kondisinya sempat dinyatakan stabil. Namun, setelah dirawat hampir seminggu, ia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

“Kami tidak menyangka keadaannya memburuk begitu cepat, Luka di kepalanya memang sangat parah,” tambahnya.

Imbuhnya, Arik Wijayanti, istri korban Aziz yang juga menjadi korban pembacokan, telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Alhamdulillah, Bu Arik sudah pulang kemarin. Semoga beliau dan keluarganya diberi kekuatan,” jelas santoso.

Di beritakan sebelumnya. Sebuah peristiwa tragis terjadi di Mushola Al-Manar, Dusun Krajan RT 04 RW 02, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (29/4/2025) sekitar pukul 04.30 WIB. Seorang pria, yang kemudian diketahui bernama Sujito, membacok tiga orang jamaah salat Subuh, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat.

Baca Juga:  Portal Jembatan Luwihaji Dibongkar untuk Proyek Migas, Kadishub Bojonegoro Mengaku Tak Tahu

Korban meninggal dunia adalah Abdul Aziz (63 tahun), warga setempat. Menurut keterangan saksi, Sujito datang ke mushola sebagai jamaah terakhir sebelum salat Subuh dimulai. Saat salat sedang berlangsung, Sujito tiba-tiba menyerang Aziz dengan parang, membacok bagian kepala hingga menyebabkannya meninggal di tempat. Setelah itu, ia juga menyerang H. Cipto Rahayu (63 tahun) dan Dra. Arik Wijayanti (60 tahun), istri Aziz. Cipto mengalami luka bacok di kepala dan tangan, sementara Arik menderita luka bacok di kepala dan tangan.

Baca Juga:  Dugaan Penyimpangan Pembelian Alkes, Ketua DPRD Bojonegoro Janji Akan Mendalami Lebih Lanjut

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Jejak Sindikat Narkoba Terendus di Laut Kepri, 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan
Polda Jatim Ungkap Arisan Online Fiktif, Transaksi Capai Rp 71 Miliar
Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Emas Online, Korban Rugi Rp 3,7 Miliar
Lima Terdakwa Kasus Korupsi BSPS di Sumenep Hadapi Replik dan Vonis Awal Agustus
Suaminya Indehoy di Kamar Kos Bersama Perempuan Lain, Warga Sumenep Lapor Polisi
Polda Jatim Bongkar Sindikat Penyelundupan Gading Gajah Bermodus Jemaah Umrah
Dituduh Pakai Ijazah Palsu, Anggota DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto Angkat Bicara
Pengadilan Tipikor Jatim Bakal Periksa Terdakwa Kasus Korupsi BSPS Sumenep Pekan Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru