Bersama Nutrition International, Dubes Kanada untuk Indonesia Kunjungi Pabrik PT Sumatraco Langgeng Makmur

- Admin

Kamis, 29 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Dubes Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, H.E Jess Dutton, bersama rombongan dari Nutrition International, mengunjungi Pabrik PT Sumatraco Langgeng Makmur di Jalan Kalianak, Surabaya Rabu (28/2/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau proses produksi garam beryodium sebagai bagian dari dukungan Kanada terhadap pengawasan nutrisi pemerintah Indonesia.

Jess menjelaskan bahwa kehadiran Kanada di pabrik tersebut adalah sebagai bagian dari kemitraan dengan Nutriotion International, khususnya dalam mendukung produksi garam beryodium yang sangat penting untuk kesehatan ibu hamil dan anak-anak di Indonesia.

“Investasi ini adalah investasi dalam masa depan, memastikan ibu hamil dan anak-anak mendapat nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan yang optimal, sejalan dengan prioritas Presiden Jokowi dalam menekan angka stunting,” ungkap Jess.

Baca Juga:  Jadi Kades Termuda, Ini Komitmen Dian Megawati untuk Banuaju Timur

Jess menambahkan bahwa fokus dukungan Kanada adalah untuk memastikan PT Sumatraco Langgeng Makmur menghasilkan garam beryodium berkualitas tinggi sesuai standar yang dibutuhkan.

Dalam tur pabrik, Jess menyatakan kepuasannya dengan kualitas garam beryodium yang diproduksi oleh PT Sumatraco Langgeng Makmur. “Kualitas garamnya sangat baik sesuai standar yang dibutuhkan, hal ini sangat penting untuk kesehatan ibu hamil dan anak-anak,” katanya dengan senyum.

Ikhsan, Manager Marketing PT Sumatraco Langgeng Makmur mengatakan bahwa saat ini kapasitas produksi garam mencapai 800 ribu ton per tahun. Sumber bahan baku berasal dari Madura, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Baca Juga:  Khofifah Minta Warga Sekitar Gunung Semeru Evakuasi Diri

“Kami menyuplai garam ke industri yang termasuk juga mengekspor produknya ke luar negeri,” kata Ikhsan.

Iksan juga mengaku sangat senang dengan kunjungan Dubes Kanada Jess Dutton.

“Jujur kita sudah dapat support dari Dubes Kanada melalui Nutrition International dalam hal ini pengembangan teknologi kami juga banyak dibantu Nutrition International terutama sejak 2011. Secara teknologi dan development kita sudah banyak belajar,” katanya.

Dubes Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, H.E Jess Dutton, bersama rombongan dari Nutrition International, mengunjungi Pabrik PT Sumatraco Langgeng Makmur di Jalan Kalianak, Surabaya.

Country Director of Nutrition International in Indonesia, Herrio Hattu turut menjelaskan bahwa selama ini pihaknya telah melakukan pendampingan kepada para pelaku industri pengolahan garam beryodium.

Baca Juga:  Polda Jatim Amankan 14 Mobil Mewah yang Diduga Mobil Bodong

“Kami sangat senang karena produsen yang kami dampingi, mereka sudah memenuhi kualitas yang diharapkan,” pujinya.

Nutrition International, lanjut Herrio, bukan semata mendorong kapasitas produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas agar dapat mewujudkan garam bergizi yang dikonsumsi oleh anak-anak Indonesia.

Garam beryodium yang digunakan sebagai konsumsi harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI ) yakni mengandung yodium sebesar 30-80 ppm.

Untuk itu pihaknya selain membantu produsen memenuhi kualitas tersebut, juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang standar garam yang baik dengan berbagai manfaat.

Penulis : Arif

Editor : Putri

Berita Terkait

Jejak Sindikat Narkoba Terendus di Laut Kepri, 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II
Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG
Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal
PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah
Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB