BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id — Nasib nahas dialami Chistiono (35), seorang pengemudi ojek online asal jalan meliwis putih, Kelurahan Ngrowo Bojonegoro. Ia meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu sepeda motor milik remaja yang berhenti di badan jalan dalam kondisi minim penerangan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, tepatnya di kawasan dekat dealer mobil Mitsubishi dan gudang pipa, Desa Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Heru, salah seorang saksi di lokasi kejadian menuturkan, saat itu korban baru saja selesai mengantarkan pesanan pada malam hari. Namun di lokasi kejadian terdapat sepeda motor milik remaja yang diduga dalam kondisi mabuk berhenti di badan jalan, sementara pengendaranya turun dari kendaraan.
“Posisi motornya berada di jalur kendaraan roda dua dan kondisi jalan cukup gelap sehingga tidak terlihat jelas. Mas Chistiono sudah melaju cukup kencang dan saat hendak menghindar, di samping ada mobil sehingga tidak bisa mengelak lalu langsung menabrak motor yang berada di badan jalan itu,” ujar Heru.
Sementara itu, narasumber lain menyebutkan, sebelum kejadian para remaja yang berboncengan menggunakan motor trail tersebut diduga sedang mencari dompet yang terjatuh. Karena terburu-buru, kendaraan mereka belum sempat ditepikan secara aman ke pinggir jalan.
“Karena dompetnya jatuh, motornya berhenti agak minggir di jalan lalu mereka buru-buru mencari dompet,” terangnya.
Benturan keras membuat korban terpental cukup jauh dan mengalami luka serius di bagian kepala. Setelah kejadian, Chistiono langsung dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU selama dua hari.
Namun nahas, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (20/5/2026).
Kepala Unit Penegakkan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama menyampaikan, kasus kecelakaan tersebut saat ini telah ditangani pihak kepolisian.
“Sudah kami tangani sesuai prosedur. Namun untuk remaja tersebut tidak dilakukan penahanan karena masih duduk di bangku SMA dan saat ini sedang mengikuti ujian,” ujarnya.
Kepergian Chistiono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun rekan-rekannya sesama pengemudi ojek online. Korban diketahui merupakan sosok pekerja keras dan bertanggung jawab terhadap keluarga.
Ia meninggalkan dua orang anak, masing-masing berusia sekitar 10 tahun dan 2 tahun. Di mata teman-temannya, Chistiono dikenal sebagai pribadi yang ramah, sopan, dan mudah bergaul dengan siapa saja.
Penulis : Taqim
Editor : Putri

















