Penjelasan Dokter Spesialis Gizi RS National Hospital Surabaya Soal Diet Turunkan Berat Badan

- Admin

Minggu, 21 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Karena kita ada di Indonesia, jadinya kriteria yang kita pakai ada di Asia Pasifik. Dimana disitu kalau indeks massa tubuh itu di atas 24 itu bisa dinyatakan berat badannya berlebih,. Di atas 25 bisa dikatakan obesitas,” ujar dokter Christina, Sabtu 20 Januari 2024.

Merujuk hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 hingga tahun 2018 yang dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Kementerian Kesehatan menyebutkan, masyarakat Indonesia memiliki berat badan berlebih sampai kategori obesitas terus meningkat.

Baca Juga:  7 Manfaat Daun Mangga untuk Kesehatan, Mampu Atasi Diabetes

Secara global, Christina menyampaikan hampir 38 persen populasi dunia sedang mengalami masalah berat badan berlebih atau obesitas. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ia bilang faktor utama tingginya masalah berat badan yang dihadapi masyarakat disebabkan karena pola makan.

“Sementara di sekitar sini (Indonesia) kemarin pandemi (Covid-19)kemarin juga sebagai salah satu penyebab. Karena selama pandemi banyak masyarakat aktivitasnya banyak di rumah nggak berani keluar terus nggak berolahraga tapi untuk pola makannya lebih gampang diakses,” bebernya.

Penulis : Muji

Editor : Putri

Berita Terkait

National Hospital – Bank DBS Indonesia Berkolaborasi Berikan Layanan Kesehatan Premium
Pertama di Indonesia, National Hospital Surabaya Terapkan Adaptive DBS Berbasis AI untuk Parkinson
Buntut Kasus Dugaan Malapraktik di RS Larasati, BPJS Kesehatan Pamekasan Akan Panggil Direktur
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Buka Rekrutmen Pegawai BLUD
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan
Pembebasan Lahan Habiskan Anggaran 16,5 M, Nasib RS Onkologi Bojonegoro Tidak Jelas
Kronologi Awal Munculnya RS Onkologi Bojonegoro

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:57 WIB

Morula IVF Surabaya Siapkan Grand Prize IVF Gratis di Acara Future Family Planning

Sabtu, 19 September 2026 - 11:47 WIB

Lautan Penonton NDX AKA di Bojonegoro Tetap Kondusif, Ini Rahasia Pengamanan AKBP Yenni

Jumat, 18 September 2026 - 11:07 WIB

Dibalik Kemewahan Gelaran Sound Horeg: Warga Bayemgede Buka Bobrok Tata Kelola APBDes

Kamis, 17 September 2026 - 19:13 WIB

Dinilai Sudutkan Profesi Jurnalis, ASN Kecamatan Malo Berikan Klarifikasi

Kamis, 17 September 2026 - 13:35 WIB

Warga Bayemgede Bojonegoro Gelar Aksi Demo, Desak Sekdes Dicopot dari Jabatan

Rabu, 16 September 2026 - 14:56 WIB

Bojonegoro Raih Peringkat Ke-2 Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur

Rabu, 16 September 2026 - 14:52 WIB

Dugaan Penyerobotan Lahan Waris di Desa Setren Mengemuka dalam Hearing DPRD Bojonegoro

Rabu, 16 September 2026 - 12:42 WIB

Batik Berlayar di Sungai Kalimas, Wajah Baru Peringatan HBN 2026 Surabaya

Berita Terbaru