Gadis Yatim di Pamekasan Ini Butuh Tempat Tinggal

- Admin

Kamis, 21 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Lailatul Badriyah Gadis yatim-piatu asal Dusun Morbeddih, Desa Panaguan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, sangat mendambakan memiliki Rumah yang layak huni.

Gadis yang saat ini duduk di bangku SD kelas VI itu, sejak berusia 16 bulan sudah ditinggal oleh Ibunya, kemudian setelah berusia 3 tahun ayahnya juga meninggalkannya.

Eli biasa Ia dipanggil, bersama Kakak Perempuannya yang saat ini kuliah dari Beasiswa itu, kemudian diasuh oleh Neneknya Siya yang sudah lansia berumur 60 tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Nenek dan gadis yatim piatu itu, sang Nenek berjualan Pisang ke Pasar dua kali dalam seminggu.

Baca Juga:  Kabag SDM dan Kapolsek Jajaran Polres Pamekasan Dimutasi

“Cukup tidak cukup ya harus diterima, terkadang saya juga dibantu oleh tetangga,” ujar Siya, Kamis (21/09/2023) pagi.

Nenek Siya juga bercerita Ia merasa sedih ketika Cucunya tersebut bertanya, kapan Rumahnya diperbaiki, meskipun hanya sebuah Rumah berukuran 5×6 meter, tapi Eli sangat ingin menempatinya.

Saat ini Eli tinggal di Rumah sederhana milik Neneknya dan Pamannya yang merupakan bantuan dari program Rutilahu, sedangkan Rumah Eli sendiri sudah tidak ditempati, karena kondisinya yang sudah lapuk dan mau roboh, hanya digunakan sebagai dapur saja.

Baca Juga:  Bersama BPJS, Bupati Bojonegoro Berikan Santunan Jamsostek

Ketika ditemui di Rumahnya sepulang sekolah, Eli mengatakan bahwa Ia sangat ingin menempati Rumah peninggalan Orang Tuanya itu, karena baginya disana banyak kenangannya bersama Orang Tuanya.

Tapi apalah daya, kondisi yang tidak memungkinkan dan mustahil bagi Eli untuk bisa memperbaiki Rumahnya tersebut.

“Saya masih sekolah, dan uang sakupun masih minta ke Nenek, jadi untuk memperbaiki Rumah itu mustahil bagi saya,” ucapnya sedih.

Sementara itu Kepala Dusun Morbeddih Abdurrahman mengatakan, Eli saat ini merupakan penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) melalui Sekolahnya.

Baca Juga:  Masalah BPNT Tak Kunjung Terselesaikan, ALPART Kepung Kantor Disos Pamekasan

“Sebelumnya Eli juga merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), akan tetapi saat ini tercabut By System, untuk Rumah pihak Desa sudah mengajukan kepada Dinas terkait,” tutur Abdurrahman kepada Reporter Media ini.

“Semoga dengan adanya informasi ini, Eli bersama Kakak Perempuannya bisa mendapatkan kepedulian, baik dari Dinas terkait maupun dari para Dermawan,” harapnya.

Penulis : Wiwin

Editor : Putri

Berita Terkait

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
Pemkab Sumenep Bersama Basnas, Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdamak Kekeringan
Presiden Bantu Tukang Becak, Politisi Gerindra Bojonegoro: Langkah Nyata Kepedulian Presiden
Menghidupkan Harapan di Sekolah Rakyat Bojonegoro, Kala Negara Hadir Memanusiakan Manusia
Gus Ipul di Bojonegoro: Bansos Kini Tak Lagi Permanen, Data Diperbarui Tiap 3 Bulan
Sengkarut Bantuan Listrik Bojonegoro, Data Damisda dan Realita Lapangan Tak Sinkron, Warga Tanjungharjo Jadi Korban
Yayasan Milik H. Her Memberikan Bantuan Bedah Rumah pada Warga Konang Pamekasan
Kandang Katandur Farm Menyerahkan Hewan Qurban Milik Presiden RI ke Bupati Pamekasan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru