“Praktek ‘kencing minyak’ ini sudah lama, dan seharusnya semua pihak mulai dari Pertamina, pemerintah, masyarakat terutama kepolisian harusnya bisa mengungkap,” kata Rohim ketika dikonfirmasi, Jumat (08/09/2023).
Disisi lain, Rohim mengkritik fungsi pengawasan dari Pertamina yang sangat lemah di tingkat distribusi. Aksi truk pengangkut BBM yang diduga kencing sembarangan, masih saja terdengar.
“Pertamina ini lemah sekali pengawasannya. Masak Pertamina tidak mampu menerapkan pengawasan yang melekat. Mulai dari pengisian truk tangki BBM hingga ke pengecer-pengecer,” sesalnya.
Menurut Rohim, maraknya penimbunan BBM ini sepatutnya menjadi prioritas pengungkapan di jajaran Polres Sampang bersinergi dengan pihak pemerintah daerah dalam upaya penanggulangannya.
“Kasihan masyarakat, mengingat BBM ini barang bersubsidi, sementara ada pihak tertentu yang justru mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan,” tuturnya.
Penulis : Abdus Salam
Editor : Putri
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















