“Kerjasama harus sehat dan saling menguntungkan,” pesan Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro Helmi Elisabeth menjelaskan, kegiatan ini diinisiasi oleh Bupati Anna sebab program bupati selalu berkelanjutan. Untuk itu, poktan/gapoktan dapat memanfaatkan kesempatan yang ada.
“Rakor ini juga dihadiri 17 poktan penerima Combine Harvester pada 2022. Sementara 9 poktan/gapoktan untuk transformasi skala usaha melalui badan usaha milik petani,” jelasnya.
Pihaknya berpesan untuk mempertahankan kualitas gabah, karena pada tahun 2022 yang lalu pemkab telah memiliki MoU dengan Bulog. MoU didasarkan pada konsentrasi perhatian Bupati karena Bojonegoro dari 83.000 hektar sawah dengan produksi gabah pada 2022 tercapai sebesar 870.517 ton dan merupakan penghasil gabah terbesar ketiga se-Jawa Timur.
“Dengan berdirinya pabrik MRMP di Desa Kunci jadi nilai tambah untuk petani Bojonegoro. Juga dari kegiatan ini poktan mendapat informasi dari Bulog bagaimana cara suplai gabah ke Bulog. Pengusaha sukses harus menjaga kualitas,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Pimpinan Cabang Bulog Sub Divre III Bojonegoro, Camat Dander, Kades Kunci, PPL, serta 26 poktan dan gapoktan.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















