“Kemudian pelaku SA datang ke rumah temannya tersebut, kemudian tersangka memanggil korban dan mengajak korban ke dalam kamar teman korban atau kamar belakang,” terang AKP Agus Purnomo.
“Dalam aksinya tersangka mengancam korban dengan berkata, “jangan bilang-bilang siapapun, kalau kamu bilang, kamu aku bunuh,” jelasnya.
Akibat dari kejadian persetubuhan atau pencabulan tersebut alat kelamin korban terasa sakit.
“Kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) potong rok jeans warna biru, 1 (satu) potong kaos warna putih kombinasi hitam, 1 (satu) potong celana dalam warna merah, 1 (satu) buah handphone merek Huawei warna hitam kombinasi putih biru,” tambah Kasat Reskrim.
Atas perbuatannya, pelaku SA dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Jo pasal 76D atau pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E UU RI nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo pasal 1 ke-3 ayat (1) tentang peraturan pemerintah pengganti undang-undang RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang.
Lanjut ke Halaman Berikutnya
Halaman: (1) (2) (3)
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















