PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Berawal dari melihat Potensi Desa yang ada, Qomaruddin Kepala Desa (Kades) Sanah Dajah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur (Jatim), ciptakan ide yakni membuat kerajinan tas berbahan batok kelapa.
Yang awalnya batok kelapa di Desanya dijual ke Pasar, kini Warga setempat menjual batok kelapa mereka ke Qomaruddin, untuk kemudian disulap menjadi sebuah kerajinan tas yang sangat elegant dan mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.
Tidak hanya berbahan batok kelapa saja, Qomaruddin memadukannya dengan kain batik asli Pamekasan, sehingga dengan begitu dirinya berharap perputaran ekonomi masyarakat Pamekasan khususnya Warganya bisa semakin membaik.
Gayung bersambut, idenya tersebut disambut oleh program perioritas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, yakni di bidang ekonomi yang terbentuk dalam program Sepuluh Ribu Usaha Baru atau yang dikenal dengan sebutan Saputangan Biru.
Melalui program perioritas Bupati Pamekasan tersebut, Qomaruddin mengirim sebanyak lima warganya untuk mengikuti pelatihan selama lima belas hari di Kabupaten Blitar.
Sekitar satu bulanan ini, dirinya bersama delapan karyawannya saat ini memulai membuat kerajinan tas tersebut, dan dalam sehari mereka bisa menghasilkan sebanyak sepuluh hingga lima belas tas, dengan nama atau Branded “Tik Tok Bag”.
Ditanya terkait harga, Qomaruddin membandrol harga bervariatif tergantung dari size atau ukuran masing-masing tas.
“Kita bandrol harga mulai dari yang terendah yakni seratus ribu hingga dua ratus lima puluh ribu rupiah,” ucapnya kepada reporter media ini Minggu (11/12/2022) sore.
Dirinya juga berencana kedepannya akan membuka Marketing Online untuk memasarkan tas hasil kerajinan WUB tersebut.
“Untuk saat ini pemasaran kita lakukan dari mulut ke mulut, nantinya kita akan taruh di Wamira Mart juga, serta saya berharap semoga pihak Pemerintah Kabupaten Pamekasan bisa membantu serta memfasilitasi pemasaran kerajinan tas berbahan batok kelapa dan kain batik kami ini,” tuturnya.
Sementara itu Abdul Ghofur salah satu peserta Wira Usaha Baru (WUB) mengatakan, dirinya sangat berterima kasih kepada Bupati Pamekasan yang telah memfasilitasi dirinya serta beberapa teman lainnya.
Sehingga dengan adanya pelatihan WUB ini, dirinya yang awalnya tidak mempunyai pekerjaan, sekarang sudah bisa bekerja dan bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
“Setelah mengikuti pelatihan WUB, selain mendapatkan ilmu dan pengalaman, saya juga mempunyai pekerjaan tetap, dengan begitu saya bisa memenuhi semua kebutuhan hidup keluarga saya,” papar Ghofur.

















