SOLO, SUARABANGSA.co.id – Penyanyi campursari kenamaan, Dionisius Prasetyo atau lebih banyak dikenal orang dengan nama panggung Didi Kempot meninggal dunia, Selasa (05/05) pagi tadi, di RS Kasih Ibu Solo.
Didi Kempot adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu campursari dan congdut dari Surakarta. Didi Kempot merupakan putra dari seniman tradisional terkenal, Ranto Edi Gudel yang lebih dikenal dengan Mbah Ranto.
Atas peristiwa meninggalnya Didi Kempot tersebut dibenarkan Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandez. Lord Didi, julukan para penggemar untuk penyanyi tersebut, meninggal pagi ini, pukul 07.45 WIB, saat dilansir dari detikcom.
“Betul, meninggal pagi ini di RS Kasih Ibu. Sudah saya cek ke dokter jaga,” ujar Divan kepada detikcom.
Mengutip dari laman Tribunnews.com bahwa menurut kakak Didi Kempot, Lilik menceritakan keluhan sebelum adiknya dipanggil sang kuasa.
Kata Lilik menceritakan, Didi Kempot awalnya mengeluh rasa panas.
“Mendengarkan lagu-lagunya itu kan, terus bilang ‘ini kok panas’,” kata Lilik, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.
Namun, mereka memutuskan untuk tetap tinggal di hotel sekira 1 jam. Sebelum pulang ke rumah, Didi Kempot memutuskan untuk pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. Hingga akhirnya pada pukul 07.30 WIB ia meninggal dunia di RS Kasih Ibu.
Keluhan yang dirasakan Didi Kempot disampaikan kepada Lilik dan sang anak buah. Lilik tak menyangka, lantaran Didi Kempot juga sempat menyetir kendaraan.
“Wong masih nyopir (menyetir) kok,” katanya.
Lilik pun membeberkan bahwa sang adik sebelumnya masih beraktivitas seperti biasanya. Lilik juga tak menampik sang adik memiliki banyak aktivitas mulai dari syuting, menyanyi, hingga menciptakan lagu.
Lilik sebelumnya hanya menduga sang adik kelelahan akibat aktivitas yang padat. Meskipun sempat mengeluh, Didi tak merasakan betul kelelahannya.
Didi Kempot meninggal di usia 53 tahun. Rencananya, penyanyi yang mendapat julukan Godfather of Broken Heart tersebut akan dimakamkan di Ngawi, Jawa Timur.

















