Diserang Hama Tikus, Petani di Sampang Kian Merana di Masa Pandemi

- Admin

Minggu, 1 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Sudah jatuh tertimpa tangga. Bahasa kiasan itu saat ini sedang dialami oleh para petani di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Sebab, di masa pandemi Covid-19 yang serba sulit ini, ditambah dipersulit dengan tanaman singkong dan jagung diserang hama tikus. Serangan hama tikus yang berlangsung beberapa pekan terakhir membuat petani di Kota Bahari itu kewalahan.

Hal tersebut salah satunya dialami oleh Zainullah, petani asal Kecamatan Pangarengan. Diungkapkannya, serangan hama tikus membuat tanaman singkong miliknya mengalami penurunan hasil panen.

Baca Juga:  Pemkab Sampang Terima Bantuan APD dari H Ach Ruba'i

“Nasib petani kalau tidak harga murah, ya diserang hama,” ucapnya dengan raut wajah yang tampak sendu seolah ada rasa kecewa pada dirinya, karena tanaman palawija miliknya terserang tikus.

Sambil memandang lahan garapannya, pemuda pekerja keras ini meratapi nasib tanaman singkongnya. Ia terlihat duduk lesu diantara semak-semak ladangnya. Serangan tikus yang melahap habis tanamannya itu membuat dirinya terancam gagal panen.

“Hama tikus pada masa tanam kali ini memang sangat meresahkan. Sudah ekonomi sulit karena pandemi Covid ditambah lagi tanaman dirusak hama,” keluhnya, saat berbincang dengan kontributor suarabangsa.co.id, Minggu (01/08/2021).

Baca Juga:  Portal Jembatan TBB Resmi Terpasang, Upaya Pemkab Bojonegoro Jaga Infrastruktur dan Keselamatan Warga

Hal senada juga dikeluhkan petani lainnya, Saniman, salah satu petani di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong. Ia mengaku jagung yang ditanamnya dipastikan gagal panen akibat hama tikus.

“Tahun ini tanaman jagung saya bisa dipastikan gagal panen. Saya heran berapa jumlah tikus yang datang. Hanya satu malam saja jagung saya nyaris habis,” ungkap Saniman.

Saniman mengaku telah berupaya berbagai cara untuk antisipasi serangan hama tikus tersebut, mulai dengan metode tradisional hingga menggunakan berbagai macam obat pembasmi tikus dengan harapan hama pengerat itu tidak terus mengigit tanamannya.

Baca Juga:  Sempat Jadi Rival Politik, Fauzi Gandeng Dewi Khalifah di Pilkada Sumenep

Namun, apa hendak dikata, upaya dilakukan sia-sia. Binatang pengganggu itu semakin ganas ‘menyerang’ sehingga petani tidak dapat mempertahankan lagi tanaman jagung yang telah mereka tanam.

“Mungkin masa tanam kali ini terparah bagi kami jika dibandingkan dengan masa tanam tahun-tahun sebelumnya. Tapi ya sudahlah, tanaman jagung yang tidak bisa dipanen langsung dibuat pakan ternak,” tandas Saniman.

Berita Terkait

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru