Mesin Mati, Perahu Rombongan Pengantin di Sumenep Terdampar di Pulau Tak Berpenghuni

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Perahu rombongan pengantin yang sempat hilang kontak asal Desa Tanjung Kiaok Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, akhirnya ditemukan di pulau Sitangger Sulawesi Selatan.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, bahwa perahu dengan nama ‘Surgaku’ yang pada hari Selasa (18/02), yang memuat rombongan pengantin dari Pulau Sailus sebanyak 9 orang menuju Pulau Sapeken, namun setelah 1 jam perjalanan akhirnya perahu hilang kontak.

Setelah kabar hilangnya kontak perahu yang bermuatan rombongan pengantin diketahui, pencarian pun dilakukan oleh pihak kepolisian dan sejumlah pihak, dilakukan penyisiran dari perairan Sapeken hingga area perairan Provinsi Sulawesi Selatan, dan dibantu Tim Basarnas Nusa Dua Bali menggunakan Armada SAR 229.

Baca Juga:  Bus Sinar Mas Seruduk Truk Gandeng

Barulah Minggu malam sekitar jam 20:00 WIB beredar kabar bahwa perahu yang berpenumpang rombongan pengantin akhirnya ditemukan di perairan Pulau Sitangger Provins Sulawesi Selatan.

Informasi penemuan perahu tersebut bermula dari Ketua BPD Desa Tanjung Kiaok Hasani (48), memberikan keterangan bahwa perahu ditemukan dan semuanya dalam keadaan aman dan selamat.

AKP Widiarti mengatakan bahwa Jamik yang merupakan nahkoda perahu tersebut menceritakan asal mula saat perahunya kehilangan kontak.

“Kata Jamik pada saat itu kapal mati mesin sehingga terdampar di Palau Sitangger Sulawesi selatan yang tidak berpenghuni,” terangnya.

Baca Juga:  Goes Bareng, Polres Sumenep Bagi-Bagi Sembako Gratis

Akhirnya Jamik kontek ke Pulau Sapukat memberitahukan kepada saudaranya bahwa mereka semua dalam keadaan selamat.

Atas ditemukannya perahu tersebut, akan dilakukan evakuasi yang direncanakan pada Senin (24/02) sekitar pukul 07.00 WIB, melalui tim penjemputan dari Desa Tanjung Kiaok Kecamatan Sapeken dengan menggunakan kapal “Ina Indah” yang akan dinahkodai oleh Haji Bacok (60).

“Tim penjemputan akan berangkat ke Pulau Sitangger Provinsi Sulawesi Selatan,” pungkas Widiarti.

Leave a Reply