Cegah Wabah PMK, Tiga Pilar Pangarengan Sampang Kompak Keliling Desa Datangi Peternak Sapi

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Berbagai upaya dalam rangka pencegahan dan penanganan penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terus dilakukan jajaran kepolisian setempat bersama Instansi terkait.

Kapolsek Pangarengan beserta anggota bersama unsur TNI, petugas dari Kecamatan kompak secara rutin melaksanakan monitoring pengecekan hewan ternak di beberapa peternak sapi.

Dengan didampingi petugas dari Puskeswan, tiga pilar tersebut melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah kandang. Kali ini, penyemprotan dengan cairan disinfektan, salah satunya dilakukan di Dusun Larangan, Desa Gulbung.

Sambil membawa alat penyemprot, Kapolsek masuk ke dalam kandang sapi. Penyemprotan ke kandang agar terbebas dari bakteri maupun virus yang menyebabkan hewan ternak sakit.

Baca Juga:  Jatah Pokir Anggota DPRD Pamekasan Capai Rp 67,5 Miliar

Kapolsek Pangarengan Ipda Sujiono, mengatakan bahwa pihaknya rutin melakukan giat itu demi mencegah merebaknya wabah PMK di wilayah hukumnya. Giat tersebut rutin dilakukan untuk monitoring dan memberikan imbauan kepada para peternak di tingkat desa.

“Kami bersama Danramil dan juga Pak Camat rutin mendatangi para peternak. Ini sebagai bentuk nyata kepedulian kami untuk mencegah penyebaran PMK di wilayah kami, sehingga masyarakat nyaman dan tidak was-was,” kata Sujiono, pada kontributor suarabangsa.co.id, Rabu (15/06/2022).

Pihaknya menghimbau para peternak agar selalu rutin melakukan penyemprotan disinfektan serta pemberian obat. Sebab, mereka tidak pernah tahu kapan virus penyakit mulut dan kuku akan datang.

Baca Juga:  Kasatlantas Polres Sampang Kunjungi Kediaman Korban Tenggelam di Desa Prajjan Camplong

Selain itu, mereka juga harus rutin membersihkan kandang. Dia berharap penyakit mulut dan kuku tidak masuk ke wilayahnya, sebab penyakit tersebut dinilai sangat merugikan peternak jika hewan ternaknya terjangkit penyakit.

“Pencegahannya disinfektan itu tadi, menjaga kebersihan kandang lah. Disemprot pakai semprotan, kita menyarankan kepada peternak untuk rutin melakukan itu semua,” ujar Sujiono.

Selain melakukan pengawasan dan pendampingan, pihaknya juga menyiapkan cairan disinfektan secara gratis untuk para peternak. Hal itu, kata dia, demi membantu pemerintah daerah dalam pencegahan dan penyebaran PMK agar tidak terjadi.

“Apabila masyarakat kesulitan mendapatkan cairan disinfektan, dipersilakan datang ke Polsek Pangarengan. Sudah kami siapkan peralatannya, seperti tangki semprot beserta cairannya, ambil di Polsek secara gratis,” ujarnya berpesan.

Baca Juga:  Berisiko Timbulkan Kerumunan, Acara Pesta Rakyat di Camplong Sampang Resmi Dibatalkan

Ipda Sujiono juga meminta masyarakat terutama peternak untuk tetap siaga, namun tidak panik. Sebab, pihaknya terus melakukan pengawasan dan penanganan terhadap PMK tersebut.

“Kami menghimbau masyarakat agar tidak perlu panik ataupun khawatir terkait dengan adanya penyakit PMK ini. Kami akan terus melakukan pengawasan secara menyeluruh, segera melapor ke petugas apabila hewan ternaknya mengalami penurunan kesehatan,” tandasnya.

Temukan Kami: