Kampung Organik Tertek Pare Wakili Jatim Untuk Ketahanan Pangan Gizi

- Admin

Jumat, 6 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, SUARABANGSA.co.id – Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mendapat kunjungan penilaian dari tim Verifikasi Kabupaten Sehat Tingkat Nasional dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (05/09).

Desa ini memiliki kampung yang berinovasi, kreatif bisa menyulap kampung biasa menjadi kampung sehat kampung yang berjejer tanaman sayur organik.

Kunjungan tim Verifikasi bersama rombongan siang itu langsung disambut oleh warga, kelompok KRPL, Intansi Pemerintahan Desa Tertek, Instansi Pemerintahan Kecamatan Pare dan menuju ke lokasi titik budidaya tanaman sayur organik yang berada di RT 01/09.

Deretan tanaman sayur organik nampak terlihat di sepanjang tepi jalan maupun halaman rumah warga RT 01/09 yang diinisiatori oleh Ketua RT Darsino (58) sejak dua tahun yang lalu.

Kampung sayur organik di RT 01/09 Desa Tertek ini memang sejak dua tahun yang lalu namanya sudah diangkat dimedia sosial sehingga mampu menarik banyak perhatian dari peminat yang berdatangan untuk membeli langsung beragam jenis sayuran yang ada di RT tersebut.

Baca Juga:  Warga Wangkalkepuh Ancam Tutup Akses Tambang Galian C Milik CV Adijoyo

Di sepanjang jalan RT 01/09 warga memanfaatkan halaman rumahnya untuk menanan tanaman sayur organik jika dipandang maka akan terlihat indah,rapi nan sejuk tentunya akan berdampak sehat.

Sepanjang deretan rumah warga dengan warna warni tanaman sayuran organik, disana tim verifiakasi bersama rombongan melakukan penilaian dan berinteraksi langsung dengan warga.

Selain tanaman sayur organik, rombongan dari tim verifikasi yang dipimpin oleh Abdul Malik Setia Budi dari Kementrian Kesehatan juga sempat mencicipi beberapa produk olahan warga RT 01 yang siap saji dari bahan sayuran dan buah buahan.

Usai melakukan peninjauan penilaian, tim Verifikasi beserta rombongan kemudian menuju ke Kantor Desa Tertek untuk melihat beberapa hasil karya dan potensi dari Desa Tertek.

Baca Juga:  Kampus UPH Surabaya Kini Pindah ke Samator Building

Ketua RT.01/09 Darsino mengungkapkan rasa terima kasih sebesar besarnya kepada tim verifikasi dari Pusat yang berkenan hadir di kampungnya.

“Terikasih tim verifikasi dari pusat yang berkenan hadir di kampung kami, kampung sayur organik, mudah mudahan dengan penilaian dari tim ini nanti hasilnya mampu memotifasi warga di RT kami dan bisa berkembang di RT- RT lainnya,” ucap Darsino.

Ia berharap usai mendapat kunjungan dari tim verifikasi, warga RT 01 RW 09 semakin bersemangat dan terus merawat serta mempertahankan kampung sayur organik sehingga bisa mengembang dan ditiru di RT-RT lainnya maupun desa desa yang ada di Kabupaten Kediri.

“Harapan kami dengan adanya kreatifitas seperti ini warga bisa memperoleh uang dari hasil tanaman itu juga serta obat alami yang setiap hari didapat dari rasa senang melihat tanaman sayuran tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bawa Exstasi, Residivis Kambuhan di Kediri Digelandang Polisi

Sementara Menteri Kesehatan Abdul Malik Setia Budi mengapresiasi upaya warga RT 01 RW 09 dalam membudidayakan dan mengembangkan tanaman sayur organik yang ditanam disetiap halaman rumahnya masing – masing tersebut.

“Karena ini merupakan bagian dari gerakan masyarakat hidup sehat,” terang Abdul Malik.

Ia menjelaskan tentang tujuan dari tim verifikasi kabupaten maupun kota sehat tingkat nasional melakukan penilaian supaya masyarakat bisa hidup mandiri dengan cara sehat.

“Tentunya ada beberapa tatanan dalam penilaian tersebut, dan di Desa Tretek Ini terpilih sebagai desa dengan nilai tatanan ketahanan pangan dan gizi dan ini sudah luar biasa apalagi penggerak mulanya dimotivatori oleh Ketua RT yang memiliki inovasi bagus,” pungkasnya.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Berita Terbaru