LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

- Admin

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Hari Kamis 9/4/2026.

Kondisi ini memicu lonjakan harga yang drastis di tingkat pengecer dan mulai meresahkan warga, terutama para pelaku usaha mikro.

Di lapangan, harga gas yang akrab disebut “gas melon” ini dilaporkan melambung tinggi hingga dua kali lipat dari harga normal. Seorang pedagang kopi kaki lima di kawasan Pasar Wisata Bojonegoro mengungkapkan dirinya terpaksa merogoh kocek hingga Rp40.000 per tabung demi menjaga usahanya tetap berjalan.

Baca Juga:  Tersambar Petir, Petani di Torjun Sampang Tewas Saat Membajak Sawah

Menanggapi fenomena ini, Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto, angkat bicara.

Ia mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera menjamin stabilitas stok dan harga di masyarakat.

“Yang terpenting ketersediaan LPG 3 kilogram harus lancar dan sesuai HET. Jangan sampai terjadi kelangkaan yang merugikan masyarakat kecil,” tegas Sigit saat memberikan keterangan kepada media.

Sigit mencurigai adanya pola kelangkaan yang kerap berulang, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan seperti Iduladha.

Ia mendorong adanya investigasi menyeluruh untuk mengungkap apakah masalah ini murni karena kendala distribusi atau ada praktik “permainan” harga oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:  Rekomendasi 7 Wisata Sejarah di Bojonegoro, Ada Peninggalan Raja Malawapati

Lebih lanjut, politisi ini menekankan bahwa pengawasan tidak bisa dilakukan sendirian.

Ia meminta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkop UM), Pertamina, serta Hiswana Migas untuk memperketat koordinasi di lapangan.

“Semua pihak harus bersama-sama mengawasi distribusi. Jika ditemukan oknum yang sengaja melakukan pelanggaran, baik dalam distribusi maupun penetapan harga, harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Sigit menegaskan bahwa LPG subsidi adalah barang dalam pengawasan negara. Oleh sebab itu, sanksi administratif saja dinilai tidak cukup untuk memberikan efek jera.

Baca Juga:  Naik Mobil Dodge Fargo Classic, Bupati Sampang Borong Takjil Produk UMKM dan Dibagikan ke Warga

“Jika terbukti ada penyalahgunaan, wajib ditindak secara pidana. Aparat penegak hukum juga harus turut turun tangan mengawasi ini demi melindungi hak masyarakat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap langkah konkret segera diambil agar harga gas melon kembali stabil dan pasokan kembali normal di pasaran.

Sejauh ini belum ada pihak-pihak yang bertanggung jawab dengan kelangkaan gas LPG memberi komentar, meskipun harga dipasaran (red:Lapangan)berbeda-beda.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru