Punden Mbah Srandil Krecek Badas Kediri Sering Dikunjungi Peziarah Dari Luar Kota

- Admin

Selasa, 3 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, SUARABANGSA.co.id – Tidak jauh dari Petilasan Sri Aji Joyoboyo Menang Kediri dan Petilasan Mpu Bahula Desa Tunglur, tepatnya di Desa Krecek Kecamatan Badas ada sebuah Punden yang sangat disakralkan oleh masyarakat.

Punden itu diyakini dan diakui sebagai salah satu cikal bakal babat alas Desa Krecek yang dikenal sangat membawa berkah bagi siapapun yang mengunjunginya.

Punden itu disebut masyarakat Desa Krecek dengan sebutan Punden Mbah Srandil dan jarang masyarakat yang berani masuk kedalamnya kecuali orang yang nekat ,dikarenakan takut dijumpai sosok sosok ghaib yang ada dilokasi tersebut.

Punden mbah Srandil ini berada diantara makam umum (TPU) Desa Krecek yang dijaga oleh seorang Juru Kunci Kuburan bernama Mbah Sarengat (80).

Mbah Sarengat merupakan satu satunya juru kunci kuburan yang diangkat oleh warga Desa Krecek sejak 10 tahun ini, Ia sudah mengabdi untuk menghabiskan masa tuanya bersama istrinya untuk menjaga dan merawat makam Mbah Srandil dan makam umum tersebut.

Karena makam umum dan Punden Mbah Srandil berdekatan dan sangat luas ,maka mbah Sarengat dalam merawat dan membersihkan makam itu dibantu oleh istrinya setiap hari, Tiada hari tanpa bersih bersih makam dan Punden Mbah Srandil “ujar Mbah Sarengat saat dijumpai tim damarpanuluhnusantara.com dan suarabangsa.co.id,Rabu (28/08/19).

Baca Juga:  Cek Pos Pam Ops Lilin Semeru 2019 di Kediri, Dirlntas Polda Jatim Minta Anggota Waspada

Punden Mbah Srandil ini sejak turun temurun diakui dan diyakini oleh masyarakat Desa Krecek sebagai jejak petilasan dan tempat makamnya Mbah Srandil yang merupakan cikal bakal babat alas Desa Krecek . Jadi ketika masyarakat Desa Krecek sedang memiliki hajat apapun kebanyakan tidak luput mengunjungi makam mbah Srandil untuk berziarah terlebih dahulu.

Dikawasan Punden mbah Srandil atau makam umum Desa Krecek ini terdapat sebuah pohon asam jawa yang sangat besar berusia sekitar lebih dari 100 tahun ,selain itu juga terdapat tiga buah makam yang diatasnya terdapat tumpukan batu bata berserakan konon salah satunya makam itulah yang dianggap sebagai makam mbah Srandil.

Mbah Srandil merupakan salah satu orang yang diyakini untuk pertama kali membentuk dan melahirkan sebuah kewilayahan Desa Krecek pada saat itu pada masa lampau.

Banyak cerita dari warga setempat , Punden Mbah Srandil ini terdapat sebuah makam yang diyakini makam Mbah Srandil , namun banyak warga yang tidak berani masuk kedalam makam tersebut karena dilokasi itu sering dijumpai hal hal aneh mengerikan ,ada yang bilang dijumpai sosok wanita berpakaian adat jawa kuno, ada yang dijumpai sosok harimau besar dan lain lain.

Baca Juga:  Kampung Organik Tertek Pare Wakili Jatim Untuk Ketahanan Pangan Gizi

Penasaran dengan cerita Punden mbah Srandil, tim Damar Panuluh Nusantara bersama perwakilan Kokam melakukan penelusuran dilokasi kawasan Punden Mbah Srandil.

Sebelumnya tim melakukan ritual do’a dan berziarah terlebih dahulu terhadap makam Mbah Srandil ,dan dilanjutkan melacak sejarah pada masa lampau secara niskala.

Tidak berselang lama kemudian tim menelusuri luasan makam umum tersebut dan menjumpai ada tumpukan batu bata kuno dikawasan punden Mbah Srandil, batu bata kuno itu nampak sudah tersusun rapi oleh masyarakat setempat digunakan untuk pagar makamnya mbah Srandil.

Penasaran dengan tumpukan batu bata kuno tersebut, tim kemudian mengorek keterangan dari juru Kunci makam Mbah Srandil tersebut yaitu mbah Sarengat,

Menurut mbah Sarengat, Banyaknya batu bata kuno itu dulunya berasal dari kedalaman tanah ketika ada orang yang meninggal dunia, jadi ketika ada orang yang meninggal dunia ,saat menggali tanah kuburan sering dijumpai batu bata didalamnya lalu dinaikkan keatas permukaan” Tutur Mbah Sarengat.

Baca Juga:  Dua Kali Cabuli Anak di Bawah Umur, Pria Ini Terancam 15 Tahun Penjara

Ia menjelaskan “Ada sebuah batu kuno berukuran persegi panjang kurang lebih 100 X 40 cm dengan tebal 20 cm ditemukan dikedalaman 1,5 meter saat sedang menggali tanah untuk orang meninggal dunia.

Jadi semua tumpukan batu bata dan batu persegi panjang ini berasal dari bawah tanah saat sedang menggali tanah kuburan “jelas Mbah Sarengat.

Ia juga mengatakan ” Punden atau Makam Mbah Srandil ini kerap sekali dikunjungi peziarah yang berasal dari jauh untuk berziarah dan melakukan ritual sesuai dengan keinginan masing masing.

Menurut Mbah Sarengat, Para peziarah yang datang ke Makam /Punden Mbah Srandil ini dikarenakan mengikuti bisikan halus dari leluhur.

“Ada sebagian yang mencari berkah dan ngalap barokah dari Mbah Srandil yang dikenal sangat digdaya dan dikenal memiliki banyak pusaka pada masa hidupnya dimasa lampau,” ungkap Mbah Sarengat.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Berita Terbaru