SUARABANGSA.co.id – Ledakan besar di Beirut Lebanon merenggut nyawa 50 orang, dan sebanyak 2.750 orang terluka, Selasa waktu setempat (4/8).
Jumlah tersebut dikhawatirkan masih akan terus bertambah, karena proses evakuasi masih terus dilakukan.
Seperti dikutip dari CNN (4/8) sumber ledakan awalnya diyakini dari sebuah gudang penyimpanan petasan di dekat pelabuhan di Beirut.
Bahkan, ledakan yang mengguncang Beirut tersebut juga menimbulkan kerusakan besar pada Istana Baabda.
Kediaman resmi presiden Lebanon itu menurut media pemerintah Libanon turut terdampak besarnya ledakan.
Ledakan itu menghancurkan jendela lorong, pintu masuk dan salon, kantor berita Libanon melaporkan, Selasa.
”Pintu dan jendela di beberapa sayap istana terlepas. Tidak ada yang terluka,” NNA juga melaporkan.
Menurut European-Mediterranean Seismological Center (EMSC), ledakan yang mengguncang Beirut terasa di pulau tetangga Siprus, sekitar 240 kilometer jauhnya dari Lebanon.
“Kami menerima sejumlah laporan dari Siprus yang tampaknya terkait dengan ledakan ini, melaporkan kebisingan dan jendela berderak,” tulis EMSC melalui Twitter.
Beberapa pengguna media sosial juga menulis di Twitter mereka merasakan ledakan di rumah mereka di Siprus.
“Ledakan itu terasa di Limassol, Siprus, jendela kita terguncang,” cuit Elias Mavrokefalos.
“Aku memeriksa untuk melihat apakah kita dibom,” warga Limassol lain mentweet.
Orang lain mengatakan dia juga mendengar ledakan itu dan merasakan “getaran cahaya” di kota Nicosia.
Menteri Luar Negeri Siprus Nikos Christodoulides juga mencuit bahwa dia dalam “komunikasi dengan pemerintah Libanon dan telah menginformasikan kesiapan Siprus segera untuk membantu Libanon.”
Sumber: KOMPAS.com

















