BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

- Admin

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG, SUARABANGSA.co.id — Gelombang perlawanan mahasiswa kembali mengguncang Kota Malang. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya turun ke jalan, Jumat (10/4/2026), menggelar aksi solidaritas besar-besaran di depan Balaikota Malang.

Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah alarm keras bagi negara yang dinilai mulai kehilangan tajinya dalam menegakkan hukum. Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus, menjadi simbol perlawanan terhadap praktik impunitas yang kian terang-benderang.

Dipimpin oleh koordinator lapangan Moh. Fauzi, massa aksi melakukan longmarch dari Jl. Basuki Rahmat – Jl. Kahuripan – Jl. Tugu. Sepanjang jalan, teriakan lantang mahasiswa menggema, menyuarakan satu pesan tegas: negara tidak boleh tunduk pada kekuatan gelap yang melindungi pelaku kejahatan.

Baca Juga:  Jurnalis dan Mantan Ketua IPNU Rubaru Meninggal

Aksi yang dimulai pukul 14.30 WIB hingga 17.00 WIB ini berlangsung dalam tensi tinggi. Di bawah guyuran hujan, semangat mahasiswa tak surut sedikit pun. Justru, kondisi tersebut semakin menguatkan tekad mereka untuk menekan aparat penegak hukum agar tidak bermain-main dengan keadilan.

BEM Malang Raya secara terbuka menuding bahwa penanganan kasus ini telah menjadi ujian krusial bagi supremasi hukum di Indonesia. Upaya menggiring perkara ke ranah peradilan militer dinilai sebagai langkah mundur yang berpotensi melanggengkan budaya impunitas.

Baca Juga:  Dirlantas Polda Jatim Jaga Rel Kereta Api

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa melontarkan lima tuntutan keras tanpa tawar-menawar:

Mengadili pelaku di peradilan umum dengan pasal percobaan pembunuhan;

Mengusut tuntas aktor intelektual di balik kejadian;

Membentuk tim investigasi independen yang transparan dan akuntabel;

Menjamin perlindungan serta pemulihan penuh bagi korban;

Mengakhiri praktik impunitas dan mendesak reformasi total peradilan militer.

Menurut massa aksi, jika kasus ini kembali “dipetieskan”, maka kepercayaan publik terhadap institusi hukum akan runtuh semakin dalam. Negara, kata mereka, sedang berada di persimpangan: berdiri di pihak keadilan atau justru melindungi kekuasaan.

Baca Juga:  Panglima TNI Apresiasi Kolaborasi Tim Nakes, Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Meski berada dalam pengawalan ketat aparat keamanan, aksi berjalan tertib. Namun satu hal yang pasti, gelombang perlawanan ini belum akan berhenti.

“Jika hukum tunduk pada kekuasaan, maka rakyat akan berdiri melawan!” menjadi seruan pamungkas yang menggema, menutup aksi dengan pesan tajam dan penuh peringatan.

BEM Malang Raya memastikan, ini baru permulaan. Jika keadilan tak kunjung ditegakkan, maka jalanan akan kembali menjadi ruang perlawanan rakyat.

Penulis : Ghufron

Editor : Putri

Berita Terkait

Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Jejak Sindikat Narkoba Terendus di Laut Kepri, 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II
Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG
Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Berita Terbaru