Bantuan Listrik Gratis Bojonegoro Diduga Amburadul, Antara Realita dan Data Tak Sama

- Admin

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Program pemasangan listrik gratis bagi warga miskin di Kabupaten Bojonegoro tahun anggaran 2024-2025 tengah menjadi sorotan.

Pasalnya, setelah viral berita Setiker warga miskin yang sampai saat ini Viral dan Setiker warga miskin masih menjadi pembahasan di medsos makin serius.

Dan fakta dilapangan ditemukan diduga ada ketidaksinkronan antara label bantuan yang terpasang di rumah warga dengan realisasi fisik di lapangan.

Dari penggalian informasi SUARABANGSA.co.id Program yang menyasar 1.614 rumah tangga (908 dari APBN 2024 dan 706 dari APBD 2025) ini memiliki nilai manfaat sekitar Rp2,5 juta per rumah.

Namun, saat ini di beberapa titik di desa-desa ditemukan rumah yang telah ditempeli stiker penerima bantuan warga miskin dan dimana disitu ada menu “sambungan listrik miskin”, ketika beberapa warga kaget tidak merasa menerima hal tersebut.

Baca Juga:  Memasuki Semester Kelima, D’Queen KTV Resto dan LSM Garuda Hitam Gelar Safari Santunan 250 Anak Yatim di TPK Bojonegoro

Yang makin aneh belum menerima instalasi listrik maupun KWH meternya, dan di menu Setiker sudah dicentang.

Menanggapi temuan tersebut, pihak pemerintah desa menyatakan tidak mengetahui secara detail proses verifikasi lapangan. Mereka beralasan hanya menerima data “matang” dari pemerintah pusat maupun kabupaten Bojonegoro.

“Itu kemungkinan kekeliruan teknis. Kami di desa tidak ikut mendata atau mencentang sasaran. Itu data sensus dari BPS dan Dinas Sosial, kami hanya menerima hasil jadi,” ujar salah satu perangkat desa saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Bupati dan Wabup Bojonegoro Evaluasi Ulang Camat hingga Pejabat Strategis Bergeser

Ia juga menambahkan bahwa pihak desa berencana melaporkan temuan tersebut ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Dinas Sosial agar ada tindak lanjut.

“Kalau ada temuan ya ditindak lanjuti, karena data itu tidak dikroscek lagi di lapangan saat turun ke kami,” ungkap perangkat desa yang Engan ditulis namanya.

Dalam temuan ini pihak terkait belum ada yang bisa dikonfirmasi.

“Publik kini berharap mestinya pihak terkait, baik Dinsos maupun Dinas PKP Cipta Karya, segera melakukan audit lapangan disemua desa yang mendapat bantuan, benar-benar ada data ada barang. Hal begini jangan sampai hanya menjadi asal bos senang, Transparansi sangat diperlukan agar anggaran miliaran rupiah tersebut benar-benar berubah menjadi cahaya di rumah warga miskin, bukan sekadar menjadi laporan administratif yang tuntas di atas kertas,” ungkap Dinda Setyawati.

Baca Juga:  Polemik PAW Desa Bandungrejo Memanas, Istri Ketua BPD Laporkan Akun Facebook ke Polres Bojonegoro

Catatan Redaksi:Kesenjangan antara data administratif dengan fakta fisik ini memicu kekhawatiran akan adanya bantuan fiktif. Stiker yang mencantumkan bantuan listrik senilai Rp2,5 juta seharusnya menjadi bukti bahwa hak warga telah terpenuhi.
Jika stiker sudah tertempel namun barang tidak ada, maka ada mata rantai penyaluran yang terputus.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru