Tak Lagi Jual Gabah Mentah, Bojonegoro Kini Punya Beras Premium Rojo Nogo

- Admin

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi meluncurkan beras premium “Rojo Nogo” sebagai produk pangan unggulan daerah, Senin (29/6/2026).

Peluncuran yang digelar di Hotel GDK Bojonegoro ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lokal melalui hilirisasi produk.

Selama ini, Bojonegoro dikenal sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Timur dengan produksi gabah yang melimpah. Sayangnya, sebagian besar hasil panen langsung dijual ke luar daerah dalam bentuk gabah mentah, sehingga nilai tambah ekonominya belum dinikmati secara optimal oleh masyarakat setempat.

Merespons kondisi tersebut, Pemkab Bojonegoro membentuk BUMD Pangan Mandiri. Badan usaha ini bertugas mengelola hasil pertanian menjadi produk bernilai jual tinggi, salah satunya lewat merek beras premium Rojo Nogo yang kini diproyeksikan menjadi identitas baru pangan Bojonegoro.

Baca Juga:  Polres Bojonegoro Gelar Apel Operasi Ketupat Semeru 2026, Siap Amankan Idul Fitri 1447 H

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa sudah saatnya Bojonegoro naik kelas. Daerahnya tidak boleh lagi sekadar dikenal sebagai penghasil padi, tetapi juga harus mampu memproduksi beras berkualitas yang kompetitif di pasar nasional.

“Potensi pertanian Bojonegoro sangat besar, sayang kalau hanya berhenti di gabah. Sudah saatnya hasil pertanian kita diolah menjadi produk berkualitas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Setyo Wahono dalam sambutannya.

Bupati meluruskan bahwa kehadiran BUMD Pangan Mandiri bukan untuk mematikan peran pedagang lokal atau menyaingi Bulog.

Sebaliknya, BUMD akan bertindak sebagai mitra strategis bagi petani dan pelaku usaha pangan lewat kolaborasi bersama penggilingan padi, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), KDKMP, hingga penyuluh pertanian.

Baca Juga:  Kawal Ketahanan Pangan, Ini yang Dilakukan Insan Pers yang Tergabung di Komunitas AKP Bojonegoro

Melalui skema kolaborasi ini, petani akan mendapatkan kepastian pasar, sementara produk beras Bojonegoro memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar luar daerah.

Beras premium Rojo Nogo sendiri dibidik untuk menyasar kota-kota besar dengan permintaan beras tinggi, seperti Surabaya, Jakarta, hingga wilayah Kalimantan. Strategi ekspansi ini diharapkan mampu mengerek nilai jual hasil panen tanpa mengganggu stabilitas pasar beras lokal yang sudah berjalan.

“Konsep yang kami bangun adalah kolaborasi. Petani terlindungi, pedagang tetap berkembang, dan BUMD membuka pasar baru agar produk Bojonegoro memiliki nilai tambah,” tegasnya.

Baca Juga:  Usulan Penambahan Anggaran Belanja Daerah Dianggap Mendadak, Rapat di DPRD Bojonegoro Alami Dead Lock

Selain menjalankan bisnis, BUMD Pangan Mandiri juga mengemban misi sosial, yakni mengintervensi pasar dan menyerap gabah petani ketika harga di tingkat bawah merosot.

Bupati berharap Rojo Nogo tidak sekadar menjadi sebuah merek dagang, melainkan simbol kebangkitan dan kedaulatan pangan Bojonegoro.

“Saya ingin produk Bojonegoro menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Ketika produksinya berlebih, kita pasarkan ke luar daerah sehingga manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya.

Melalui peluncuran Rojo Nogo, Pemkab Bojonegoro kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ketahanan pangan berkelanjutan sebuah langkah nyata yang tidak hanya mengamankan stok pangan, tetapi juga memuliakan petani sebagai pilar utama sektor pertanian.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Hadir 3 September di Surabaya, Wilbex 2026 Vol 2 Siapkan Ruang Eksplorasi Anak
Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI, Cara BRI Angkat Ekonomi Desa Doudo Gresik
DPC Demokrat Bojonegoro Serap Aspirasi Warga dalam Reses dan Perayaan HUT ke-25
Reog hingga Kambing Meriahkan Malam Puncak Voli Antar-RT di Desa Ngampel Kapas Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026
Rayakan HUT RI ke-81, Pemkab Bojonegoro Beri Tali Asih untuk Veteran Kemerdekaan
Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:03 WIB

APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:18 WIB

Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:15 WIB

Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro

Berita Terbaru