Kekisruhan Olimpiade Matematika di Bojonegoro, Pemkab Ambil Tindakan

- Admin

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id –Pemkab Bojonegoro akan mengumpulkan beberapa pihak lembaga yang terkait dengan Olimpiade Matematika 2025 pada Selasa, 9 Desember 2025, setelah kekisruhan acara tersebut membuat ribuan anak dan orang tua panik.

Menurut Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyatakan bahwa pihak penyelenggara, Saryta Menegement (SR), telah salah dalam menyelenggarakan acara tersebut karena tidak bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Bojonegoro.

“Apa yang dilakukan oleh pihak panitia (SR) adalah salah, maka itu besuk Selasa kita kumpulkan semua beberapa pihak dan lembaga, dan pihak panitia harus mengembalikan yang belum di selengarakan,” ujar Wakil Bupati Nurul Azizah.

Hal yang sama disampaikan oleh Koordinator Aliansi Perlindungan Perempuan dan Anak (APPA) Bojonegoro, Nafidhatul Himah, mengecam keras kekacauan yang terjadi dalam pelaksanaan Olimpiade Matematika tersebut, menyatakan bahwa panitia tidak siap menggelar kegiatan sebesar itu.

Baca Juga:  Hadapi Verifikasi dan Pemilu 2024, DPC PPP Bojonegoro Diminta Kompak

“Kejadian ini membuat anak-anak trauma, tidak hanya anak, orang tua juga ikut mengalami trauma,” ujar Nafidhatul Himah.

Hal yang berbeda juga disampaikan oleh Sekertaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Bojonegoro, Sugeng Handoyo S, menyatakan bahwa langkah Pemkab Bojonegoro sudah tepat dan on the track, Sekertaris DPC Projo Bojonegoro tersebut meminta pihak APH untuk segera memproses SR Menegement untuk mempertanggung jawabkan kegaduhan ini.

“Panitia harus mempertanggung jawabkan kegaduhan ini, dan mengembalikan uang pendaftaran kepada peserta yang tidak dapat mengikuti acara,dari kerugian-kerugian wali murid juga harus di ganti rugi” tambah Sugeng Handoyo S.

Imbuhnya, Dengan respon gerak cepat yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro, semestinya Pihak APH juga mengikuti langkah-langkah selanjutnya, bagaimana program pemerintah berjalan sesuai on the track.

Baca Juga:  Bupati Bojonegoro Komitmen Lakukan Penanggulangan Stunting

Menurut lelaki yang akrab dipanggil Sugeng tersebut, di media dan berjubelnya peserta dari dalam gedung dan luar gedung, sehinga banyak orang tua kehilangan anak nya, ini mempengaruhi psikiologi anak didik, ini yang mestinya di hitung oleh pemerintah, dari segi admitrasi juga ternyata tidak izin dengan pemkab dan Dinas pendidikan Bojonegoro (Diknas), dan ada uang pendaftaran nya 55 ribu, panitia bilang sekitar 2000 an peserta, tapi di lapangan berbeda, ada tiket yang beredar dilapangan di angka 8032 peserta, berarti secara tidak langsung Panitia telah tidak jujur secara admitrasi, kepada publik mau pun Walimurid.

“Pihak inspektorat dan pihak Kepolisian semestinya sudah memproses SR Menegement, untuk mempertanggung jawabkan kegaduhan ini, pemkab memitigasi anak dan walimurid demi psikologi anak agar tidak trauma dengan kejadian ini, dan pihak APH memproses unsur pembayaran dan kerugian orang tua wali murid, dan bagaimana yang ikut daftar tapi uang nya tidak balik, nanti langkahnya bagaimana, uang itu kembali lewat siapa, guru-guru yang bekerja sama dengan SR menegement ini bagaimana ini juga harus diuraikan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hadiri Acara Forsekdes, Wabup Bojonegoro Pastikan Pemerintahannya Akan Prioritaskan Petani

Tambahnya, Dan hal ini menjadi pelajaran bagi dinas pendidikan, di era digital seperti ini sudah bukan saatnya pendidikan menjadi ajang komersil lagi, tapi bagaimana menyiapkan generasi emas demi menghadapi Bonus demografi kedepan.

“Hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua, kususnya Pemkab Bojonegoro dan Dinas pendidikan Bojonegoro, kedepan lebih berhati-hati, dan kalau ada tanda-tanda, hal seperti yang dilakukan SR menegement, ada mitigasi untuk guru, paling tidak melarang sampai mencoret bagi guru bila berbisnis pendidikan yang merugikan Rakyat,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027
Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021
Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB