Waduk Pacal dan Embung Tersier Pacal Dangkal, Bojonegoro Desak BBWS Turun Tangan

- Admin

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino dan kemarau panjang mulai membayangi sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro.

Dua sumber air utama daerah tersebut, yakni Waduk Pacal dan Waduk Gongseng, yang hanya bisa diandalkan oleh petani Bojonegoro.

Dan beberapa embung dan waduk buatan tersier dari pacal dan das Bengawan solo, rawan pendangkalan dan hal tersebut telah dilaporkan oleh Pemkab Bojonegoro ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Kondisi ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan petani terkait potensi krisis irigasi dan ancaman gagal panen.

Menanggapi situasi krusial ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bergerak cepat dengan melayangkan laporan resmi serta desakan urgen kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Lembaga tersebut merupakan otoritas yang memegang regulasi penuh atas pengelolaan kedua waduk tersebut.

Baca Juga:  Tatap Pemilu 2029, Ketua DPD Golkar Bojonegoro: Pengurus Harus Kerja Nyata Bukan Sekadar Numpang Nama

“Kami sudah menyampaikan masalah El Nino dan pendangkalan di beberapa embung dan waduk ini ke BWS, karena kewenangannya ada di sana,” ujar Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, saat dikonfirmasi oleh Suara Bangsa, Rabu (8/7).

Setyo Wahono menegaskan, meskipun penanganan fisik waduk berada di bawah kendali pemerintah pusat melalui BBWS, Pemkab Bojonegoro berkomitmen penuh mengawal aspirasi masyarakat.

Hal ini mengingat kebutuhan pasokan air bagi sektor pertanian di Bojonegoro sudah masuk kategori mendesak.

“Karena itu wewenang BBWS, kewajiban kami adalah menyampaikan dan melaporkan. Masyarakat kita sangat butuh air, ” imbuh Setyo Wahono menjelaskan dilema regulasi di lapangan.

Baca Juga:  Bawaslu Bojonegoro Gelar Rakor Peningkatan SDM Panwaslu Kecamatan

Sebagai langkah mitigasi taktis di tingkat lokal untuk menyelamatkan produktivitas lahan tani, Pemkab Bojonegoro menerapkan skema pembagian zona air serta pengaturan ulang jadwal tanam.

Langkah ini ditempuh agar sisa debit air waduk yang kian menyusut dapat tersalurkan secara proporsional dan adil.

“Kita sudah mengatur beberapa wilayah yang bisa menanam hari ini, termasuk mengatur musim tanamnya. Tujuannya agar distribusi air bisa bergilir dan cukup, menyesuaikan dengan debit air yang tersisa di waduk,” urai Bupati secara rinci mengenai teknis penataan di hilir.

Baca Juga:  Semarak Puncak HJB ke-349: Diwarnai Tari Kolosal Mliwis Putih dan Sayembara Balon Berhadiah Kambing

Selain penataan makro, Pemkab Bojonegoro juga memperketat pengawasan di tingkat jaringan tersier dengan menertibkan sistem distribusi air.

Tata kelola irigasi sekunder yang selama ini dikelola secara variatif oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/HIPPA), kelompok tani, hingga pengguna perseorangan kini mulai diseragamkan ketentuannya.

“Pihak terkait sudah kami kumpulkan. Kami meminta tolong agar penggunaan air disesuaikan dengan kebutuhan dan waktu. Begitu juga dengan proses menanam, harus menyesuaikan kondisi di lapangan, khususnya di wilayah yang padat (penduduk/lahan tani),” pungkas Setyo Wahono.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Mediasi Sempat Alot, Akhirnya 10 Eks Karyawan PT BAI Bojonegoro Sepakat Damai
Pererat Kekeluargaan, Koperasi KAREB dan PT KAS Gelar Doa, Besok bersama warga desa juga lakukan hal sama, akan Santuni Ratusan Anak Yatim
Ojol Bojonegoro Berbagi 500 Paket Takjil di Jalan Pemuda
Ketua Projo Bojonegoro: Pengakuan Rismon Sianipar Adalah Kematian Narasi Fitnah Ijazah Jokowi
Begini Suara Syukur dari Pedal Listrik, Kisah Lansia Bojonegoro Terima Bantuan Presiden RI Becak listrik
Menteri LH Bersama Bupati Bojonegoro Pimpin Curve, dan Bersih-bersih di Program Indonesia Asri
Bocil di Bojonegoro yang Sempat Dilaporkan Hilang, Keluarga Menolak Diotopsi
Orang Tua Siswa yang Kritik MBG Dilaporkan SPPG, Begini Komentar Ketua DPC Peradi Bojonegoro
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB