Bupati Sumenep Dinilai Sukses Tingkatkan Kunjungan Wisata Pasca Covid

- Admin

Senin, 25 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Covid yang melanda Nusantara, berpengaruh kepada kondisi pariwisata secara nasional, termasuk Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Bahkan, keberadaan pariwisata sempat mengalami kelesuan karena pengunjung merasa khawatir untuk ke destinasi wisata tersebut. Itu terjadi di tahun 2021 lalu.

Bahkan, saat itu wisatawan yang datang ke kota Sumekar itu hanya 248.158. Tentu sangat miris. Namun, di tahun-tahun berikutnya, bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melakukan berbagai agar pariwisata kembali bangkit, sehingga geliat ekonomi masyarakat semakin tumbuh dan berkembang.

Pemerintah terus berupaya melakukan terobosan agar pariwisata terus tumbuh. Salah satu yang dilakukan, memaksimalkan kalender event, di mana dianggap mampu untuk memberikan ruang peningkatan pengunjung destinasi wisata.

Baca Juga:  Gema Takbir Akbar Idul Adha 1443 H, Ini Harapan Bupati Sumenep

Ternyata hal tersebut membuahkan hasil, yakni kunjungan wisata di Sumenep mengalami peningkatan tajam, yakni sekitar 1.388.922 di tahun 2023.

Dengan begitu, sektor wisata sebagai lokomotif pembangunan terus ditekan agar trend kunjungan terus naik. Sehingga, pagelaran kalender of event juga digalakkan. Di tahun 2024 ini, ada 104 even dan di tahun 2025 mendatang direncanakan sampai 110 kegiatan yang dinilai mampu memberikan terobosan dalam peningkatan kunjungan wisata.

Kebijakan tersebut membawa Bupati Achmad Fauzi menerima Penghargaan atas dedikasi dan komitmen dalam mendukung program pengembang desa wisata tahun 2022 yang diberikan oleh Kementerian Desa dan PDT RI di Jakarta tanggal 23 juni 2022. Selain itu juga Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 yang diberikan oleh kemenparekraf RI, 24 Mei 2022.

Baca Juga:  Polemik Soal Pernyataan Kadinkes Sampang, Begini Penjelasan Sekda Yuliadi Setiyawan

“Pariwisata itu adalah lokomotif pembangunan, maka menjadi atensi kami selama memimpin. Alhamdulillah, kunjungan terus mengalami kenaikan siginifikan,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongasojudo.

Dia menuturkan, keberadaan wisata yang terus tumbuh juga berdampak. Utamanya, dalam meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. “Itu juga mempengaruhi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. UMKM bergerak,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Anggota DPRD Sumenep Masdawi sangat mengapresiasi langkah bupati Sumenep dalam meningkatkan kunjungan wisata. Event yang digelar cukup massif membuat wisatawan datang ke Sumenep.

“Puluhan tahun wisata kita vakum, dan sekarang terus mengalami perkembangan yang cukup tajam,” katanya.

Dengan begitu, sambung dia, keberadaan wisata juga santer terkenal ke luar daerah dengan prestasi yang diraihnya. Itu menandakan jika pariwisata di Sumenep sudah dilirik oleh orang luar, termasuk pemerintah.

Baca Juga:  Turun Ke Tapsel, Tim Evaluasi Desa Binaan Provinsi Sumut Disambut Ketua TP PKK

“Mendapatkan penghargaan itu artinya sudah dilirik oleh pusat,” tuturnya.

Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan, komitmen bupati pada pengembangan wisata memang patut diacungi jempol. Fasilitas berupa infrastruktur dan sarana lainnya terus digalakkan secar perlahan dan bertahap.

“Kami yakin ke depan akan lebih bagus. Apalagi, eventnya terus berkembang,” ucapnya.

Kebijakan bupati, menurut Masdawi, perlu didukung karena mampu menggerakkan ekonomi lewat UMKM itu. Sehingga, mampu memberikan sokongan pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten ujung Timur Pulau Madura itu.

“Mari dukung kebijakan bupati dalam pengembangan pariwisata,” tukasnya.

Penulis : Kris

Editor : Putri

Berita Terkait

Perkuat Peran Perempuan dan Ketangguhan Sosial, Momentum Hari Kartini dan HUT Damkar Jadi Refleksi Pengabdian
Perkuat Ekonomi Lokal, 57 Desa di Bojonegoro Terima Armada Operasional Koperasi Desa Merah Putih
Instruksi Presiden, Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kebijakan Efisiensi Anggaran
Bupati Bojonegoro Terima Rekomendasi LKPJ 2025: Janji Segera Tindak Lanjut Demi Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Setyo Wahono Minta Dukungan Pusat di Hadapan Menteri Hanif Faisol: Malu Jika Bojonegoro Tanpa Adipura
Dua Ratus Pengayuh Becak di Bojonegoro Dapat Berkah dari Presiden Prabowo
Wakil Bupati Bojonegoro: Kurangi Pengangguran, Semua Pelatihan OPD Wajib Rekrut Peserta dari Pemegang Kartu AK-1
Gerakkan Ekonomi Lokal, Bupati Bojonegoro Kick-Off Pasar Murah di Tanjungharjo, Ada Beras Murah hingga Telur KPM Gayatri

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:47 WIB

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro

Selasa, 28 April 2026 - 12:11 WIB

Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen

Senin, 27 April 2026 - 17:58 WIB

Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Minggu, 26 April 2026 - 11:45 WIB

HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok

Sabtu, 25 April 2026 - 20:11 WIB

Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak

Jumat, 24 April 2026 - 08:15 WIB

KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Polemik Konser 3 Dekade BPR Bojonegoro: Antara Isu Anggaran Rp1,1 Miliar, Penjualan Tiket, dan Transparansi Aset Daerah

Berita Terbaru