Dari Pandemi Untuk Ekonomi

- Admin

Kamis, 7 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Hans Wijaya*

Baru saja kita merasakan udara segar dari tanda tanda berakhirnya pandemi, kini kita dihadapkan pada krisis ekonomi, dengan ditandai harga komoditas yang melambung tinggi, jika kemaren kita dihadapkan pada langkanya oksigen kini kita diterpa gaibnya minyak goreng dan BBM, tidak sampai disitu saja, disusul LPG dan komoditi lain sebagai pelengkap.

Sebagian besar yang langka merupakan kebutuhan primer, banyak masyarakat bertanya kok bisa? Jika ditinjau dari sudut pandang ekonomi mikro terjadinya Interaksi pasar dagang akan secara alami demand (permintaan) menurun, meski “bisa” dimainkan oleh kartel, dan karena ini bukan interaksi yang lumrah maka ini masuk kategori problem, banyak hal yang melatarbelakanginya, melihat ekonomi secara makro kondisi fiskal dan moneter dalam negeri saat ini dipengaruhi ekonomi global yang sedang bergejolak, terutama berkaitan kenaikan inflasi di hampir semua negara dunia, dampaknya stabilitas harga menjadi terganggu.

Baca Juga:  Tingkat Kejenuhan dalam Pembelajaran Daring

Untuk meminimalisir problem ini dari sudut makro dapat diambil dari kebijakan fiskal dan moneter seperti yg di ambil pemerintah sekarang “jika dilihat sudut pandang makro agak sedikit lucu, baru saja dari kemenkeu menaikkan PPN dalam negeri menjadi 11%, seminggu kemudian harga mulai naik, setelahnya dikembalikan lagi dengan Bantuan langsung tunai (BLT) untuk menyelamatkan daya beli masyarakat, menurut saya konsepnya masih sama, yang berlebih membantu yang tertindih, cuma instrumennya di orkestrasi oleh pemerintah, itu menurut hemat saya”.

Baca Juga:  Relasi Kuasa, Pengetahuan dan Praktik Manipulasi di Universitas

Inflasi adalah musuh dari daya beli masyarakat, pada prakteknya daya beli masyarakat hanya sebuah angka rata rata pengambilan instrumen beberapa komoditas yg dinamakan PPP (purcashing power parity). Yaitu pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan dengan paritas daya beli, namun juga tidak semua golongan penduduk merasakan hal itu. Masih ada kelompok penduduk yang khawatir bagaimana besok ia akan makan, minum, dan memenuhi kebutuhan lainnya. kesenjangan antar keluarga masih jauh sekali. Percepatan peningkatan standar hidup keluarga berpengeluaran rendah penting dicarikan solusi.

Baca Juga:  Tragedi Napis dan Ironi Rp3,6 Triliun: Menagih Nyali di Balik Janji 'Siswa Top'

*Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Bojonegoro kini juga sedang menjalankan riset indeks pembangunan manusia (IPM) di Bojonegoro, sebagai bahan masukan strategi kebijakan pembangunan berkelanjutan

Berita Terkait

EDITORIAL: Bojonegoro di Persimpangan Jalan Menghidupkan Aset Mati atau Membunuh Sawah Sendiri?
EDITORIAL: Menanti Keberanian Forpimkab Membongkar Lingkaran Mafia Obat Bojonegoro
EDITORIAL: Membedah Gurita Ordal Part Dua: Ketika APBD Bojonegoro Menjadi Arisan Rezim Lama
EDITORIAL: Membedah Gurita ‘Ordal’, Ketika APBD Bojonegoro Menjadi Arisan Rezim Lama
Dilema Perda di Bojonegoro: Menertibkan Gepeng, Memanjakan Menara?
Tragedi Napis dan Ironi Rp3,6 Triliun: Menagih Nyali di Balik Janji ‘Siswa Top’
Menyingkap Tabir Mitos Bojonegoro: Antara Kearifan Lokal atau Tameng Korupsi?
Editorial: Satu Dekade BKKD Bojonegoro dan Matinya Taring Regulasi

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:05 WIB

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:39 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:43 WIB

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB