Terseret Arus dan Terjepit di Pintu Saluran, Bocah di Sampang Meninggal Dunia

- Admin

Jumat, 23 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Seorang bocah asal Desa Kodak, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ditemukan tak bernyawa usai terjepit di saluran irigasi Waduk, Klampis, pada Jumat (23/05/2025).

Bocah yang diketahui bernama Mohammad Fajri ini nyawanya tidak dapat diselamatkan lagi dan meninggal dunia dilokasi kejadian.

Peristiwa naas itu bermula ketika Fajri dan rekan sepermainannya sepulang sekolah mandi dan bermain di saluran irigasi tersebut.

Mereka seperti biasanya bersama teman rekan sebaya usai pulang sekolah, namun kali ini naas karena arus air cukup deras. Fajri hanyut terbawa arus dan terjepit di pintu air tersebut.

Baca Juga:  Sebanyak 681 Warga Menerima BPNT di Desa Larangan Slampar Pamekasan

Salah seorang warga, Moh Salim, membenarkan peristiwa terjepitnya bocah tersebut. Kejadian naas itu diperkirakan sekitar pukul 14.00 WIB.

“Ia benar, warga Desa Kodak meninggal dunia setelah terjepit di pintu air irigasi yang berada di perbatasan Desa Kanjar dengan Desa Kodak,” ujar Salim dihubungi kontributor suarabangsa.co.id, melalui WhatsApp.

Saat kejadian itu, menurut Salim, sejumlah warga telah mencoba mengevakusi korban ketika terjepit di pintu air, namun tidak mampu diselamatkan.

“Warga sudah berusaha menarik korban agar lepas dari pintu air, namun tidak bisa. Akhirnya mereka memanggil orang yang pegang kunci pintu air itu,” jelasnya.

Baca Juga:  Polres Bojonegoro Harapkan Tiga Pilar Kawal BLT BBM

Menurut Salim, korban sudah cukup lama terjepit di pintu air, dan tak bisa bernafas, sehingga saat berhasil dievakuasi, sudah tidak bernyawa lagi.

“Kepala korban cukup lama terjepit di pintu air dan pintu dalam keadaan terkunci. Sehingga warga harus memanggil yang pegang kunci,” tuturnya.

Saat ini, kata Salim, jasad korban yang duduk di kelas II Sekolah Dasar (SD) dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Penulis : Abdus Salam

Editor : Putri

Berita Terkait

HUT ke-104 PSHT Bojonegoro: Diikuti Ribuan Anggota, Diapresiasi Bupati dan Ketua Cabang
Morula IVF Surabaya Siapkan Grand Prize IVF Gratis di Acara Future Family Planning
Lautan Penonton NDX AKA di Bojonegoro Tetap Kondusif, Ini Rahasia Pengamanan AKBP Yenni
Dibalik Kemewahan Gelaran Sound Horeg: Warga Bayemgede Buka Bobrok Tata Kelola APBDes
TACO dan Robries Ubah Limbah HPL Menjadi Furniture, Pamerkan di IBT Surabaya 2026
Dinilai Sudutkan Profesi Jurnalis, ASN Kecamatan Malo Berikan Klarifikasi
Warga Bayemgede Bojonegoro Gelar Aksi Demo, Desak Sekdes Dicopot dari Jabatan
Bojonegoro Raih Peringkat Ke-2 Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:24 WIB

Perkuat Sinergi, SMSI Bojonegoro dan Bupati Setyo Wahono Bahas Ekosistem Media Sehat

Kamis, 17 September 2026 - 21:34 WIB

Pemkab Sumenep Dukungan Penuh Rencana Pembangunan KEK Tembakau Madura, Siapkan 30 Hektar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12 WIB

DPRD Sumenep Meminta Pemerintah Daerah Maksimalkan P-APBD Menghasilkan Program Pro Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Ketergantungan Dana Pusat Masih Tinggi, Bupati Setyo Wahono Putar Otak Genjot PAD Bojonegoro

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda P-APBD 2026

Berita Terbaru