Pemkab Bojonegoro Lakukan Saresehan 108 Desa yang Mengalami Kekeringan

- Admin

Selasa, 4 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pemkab Bojonegoro serius menangani kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah setiap tahunnya. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Pemkab Bojonegoro menggelar sarasehan dan pembekalan calon peserta kegiatan live in penanganan kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Sarasehan digelar di ruang Agling Dharma, gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (3/3/2025).

Di Gunungkidul, peserta live in juga akan belajar tentang pengelolaan sumber daya air berbasis teknologi, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat dan desa. Dalam pembekalan tersebut diikuti oleh beberapa OPD terkait, 25 camat, dan 108 kepala desa yang wilayahnya terdampak kekeringan pada tahun 2024.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah dalam sambutannya menyampaikan bahwa langkah belajar ke Gunungkidul ini menandakan bahwa Kabupaten Bojonegoro serius melakukan program kegiatan dari janji saat kampanye oleh Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro terpilih.

Baca Juga:  Bojonegoro Akan Menjadi Role Model Keluarga Samawa

“Di dalam dokumen janji-janji itu menjadi dokumen yang dirumuskan jadi RPJMD 2025-2029. Itu sudah disusun menjadi kebijakan pemerintahan dalam masa lima tahun. RPJMD berisi keinginan yang menjadi masalah-masalah sesuai data BPS, dimulai dari angka kemiskinan,” ungkapnya.

Data-data tersebut, lanjut Nurul Azizah, menjadi data dasar yang terbagi menjadi rencana pembangunan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jangka pendek mengenal program 100 hari. Diantaranya mengatasi masalah kekeringan atau masalah air.

Di Bojonegoro dilihat dari beberapa tahun mulai tahun 2021 ada sekitar 60 desa yang kekeringan. Tahun 2022 ada 80 desa, tahun 2023 ada 90 desa dan 2024 ada 108 desa.

“Setiap tahun ada masalah air atau kekeringan. Kita akan berguru kepada Gunungkidul. Karena 10 tahun yang lalu daerah tersebut adalah daerah yang kekeringan, namun sekarang sudah ada solusi masalah air,” jelasnya.

Baca Juga:  DPC Gerindra Bojonegoro Usung Calon Bupati Dari unsur Relawan Prabowo-Gibran

Para peserta live in di Gunungkidul, bisa bertanya problem-problem yang ada di lapangan. Pemkab merencanakan, para OPD nantinya akan memberikan bantuan seperti pemberian kolam buis deker untuk kolam ikan, dan bibit ikannya dapat suport dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan). Juga ada program bantuan 8 ayam betina 2 jantan.

Dengan langkah ini, warga miskin, selain punya kolam ikan juga punya ayam. Sedang Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan mensupport dengan memberikan bibit sayuran.

“Harapannya kita kembali ke zaman dulu, berharmoni hidup dengan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Machmuddin menyampaikan bahwa sarasehan ini diikuti oleh 108 kades dari 25 kecamatan. Pembekalan ini untuk penanganan kekeringan dan pengelolaan sumber daya air berbasis teknologi, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat dan desa yang rencananya akan dilaksanakan di Gunungkidul.

Baca Juga:  36 Anggota DPRD Bojonegoro Bolos di Paripurna, Ketua DPRD: Coba Tanyakan ke Fraksi Masing-masing

“Tujuan pembekalan ini dalam rangka memberi pemahaman dari tahapan program ketersediaan air yang merupakan quick wins 100 hari pertama Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Bojonegoro. Maka kita akan menjalani live in dan akan ada rencana dan aksi,” jelasnya.

Sedangkan tujuan dari pelaksanaan pembekalan, peserta mengetahui mengenai tahapan pelaksanaan program ketersediaan air yang salah satunya adalah mengenai kegiatan Live In Penanganan Kekeringan dan Pengelolaan Sumber Daya Air.

“Ayo kita sama-sama belajar membaca alam yang ada di desa kita, dengan membaca kita bisa menumbuhkan berbagai solusi, bagaimana mengelola air bawah tanah, permukaan dan air hujan dengan konsep pemanen air hujan,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Bupati dan wakil Bupati Bojonegoro, Sholat Idul Adha Di Masjid Berbeda, Begini Pidato Bupati Bojonegoro
Serapan Baru 26 Persen, Komisi C Warning Diknas Bojonegoro Beserta Jajarannya
Perkuat Peran Perempuan dan Ketangguhan Sosial, Momentum Hari Kartini dan HUT Damkar Jadi Refleksi Pengabdian
Perkuat Ekonomi Lokal, 57 Desa di Bojonegoro Terima Armada Operasional Koperasi Desa Merah Putih
Instruksi Presiden, Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kebijakan Efisiensi Anggaran
Bupati Bojonegoro Terima Rekomendasi LKPJ 2025: Janji Segera Tindak Lanjut Demi Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Setyo Wahono Minta Dukungan Pusat di Hadapan Menteri Hanif Faisol: Malu Jika Bojonegoro Tanpa Adipura
Dua Ratus Pengayuh Becak di Bojonegoro Dapat Berkah dari Presiden Prabowo
Tag :

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 06:34 WIB

Mengendap Lama, Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Belum Ada Perkembangan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:56 WIB

Begini Komentar Ketua Komisi C, Terkait Anomali DTSEN dari BPS yang Belum Rampung

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:19 WIB

Kemenperin Dorong Industri Kayu dan Furnitur Bertransformasi Digital Lewat Indowood Expo 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:50 WIB

Tak Sekadar Pameran, Indowood Expo 2026 Bidik Penguatan Ekosistem Industri Furnitur

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:47 WIB

PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:47 WIB

Menguak Gurita Masalah BPR Bojonegoro, Di Balik Konser Band Ungu dan Akhir Jabatan Direktur Utama

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:51 WIB

Dua Pengusaha asal Kalitidu Bojonegoro Berkorban Puluhan Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:40 WIB

Wuling Eksion Ramaikan IIMS Surabaya 2026, Tawarkan SUV Keluarga Berteknologi EV dan PHEV

Berita Terbaru