BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pansus III DPRD Bojonegoro menemukan banyak gedung sekolah yang rusak dan beberapa lembaga pendidikan belum bisa mencairkan anggaran untuk pendidikan.
Hal itu diketahui oleh Pansus III DPRD Bojonegoro selama Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) 2021.
Ketua Pansus III DPRD Bojonegoro, Natasha Devianti mengatakan jika kasus tersebut sangat memprihatinkan.
Natasa mengatakan Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro tertinggi dari pada Daerah lain.
Dan saat eksekutif dimintai data terkait beberapa Infrastruktur dan sarana prasaran yang perlu diperbaiki, di LKPJ Pansus III ternyata Dinas Pendidikan Bojonegoro tidak mempunyai data tersebut.
“Masih banyaknya bangunan yang rusak, namun Dinas Pendidikan sendiri tidak mempunyai data itu,” jawabnya.
Lanjut politisi PDIP yang akrab dipanggil Natasha menyebutkan jika APBD Bojonegoro untuk Pendidikan sudah mencapai 20 persen. Seyogyanya Bojonegoro sudah mencapai smart City,
Masih menurut anggota dewan yang hobi off road tersebut, jangankan untuk menuju smart city, sarana prasarana pendidikan dari dulu rusak dan yang menjadi prihatin Pansus III Dinas Pendidikan tidak mempunyai data tersebut.
“Jangan kan ke smart city, sarana prasarananya semua sudah rusak, Diknas pendidikan tidak mempunyai data, itu hasil temuan Pansus III,” jelasnya.
Natasha melanjutkan, dari Rekomendasi Pansus III tersebut, Dinas Pendidikan harus segera memperbaiki data tersebut demi kebaikan Diknas Pendidikan sendiri, Apalagi APBD Bojonegoro sangat besar.
“Ya, kemarin kita minta data itu tapi miris dari tahun ke tahun ternyata diknas saat ini belum punya data itu, bahkan itu terjadi sebelum saya jadi anggota dewan, dan bertahun tahun, yaa kemarin Pak PLT minta maaf, dan baru akan didata,” ungkapnya.

















