Cerita Nelayan Pamekasan

- Admin

Minggu, 13 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Menjadi seorang nelayan teryata tidak cukup gampang. Ada suka dukanya dalam mengarungi lautan.

Bahkan, terkadang nyawa sebagai taruhan dalam mencari sesuap nasi untuk keluarga tercinta.

Namun, jika untung sejumlah uang langsung dibawa pulang untuk anak istri. Bisa dikatakan cukup untuk belanja dalam sehari.

Pagi ini, perahu para Nelayan bersandar di Dermaga Branta Pesisir Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur.

Setelah semalam berkeliling lautan untuk menjaring ikan, dan akhirnya Perahu Nelayan bersandar di Dermaga.

Baca Juga:  Diterjang Angin, Belasan Rumah Warga di Pamekasan Rusak

Para nelayan menjual menjual hasil tangkapannya, Minggu (13/03/2022) pagi. Setelah itu baru pulang ke anak istrinya.

Selain ada Agen langganan yang sudah menunggu, para pembeli eceran pun juga sudah menunggu kedatangan Perahu Nelayan setiap harinya untuk membeli ikan hasil tangkapan para Nelayan, salah satunya yakni Perahu milik Badrul Qomar.

“Kita berangkat sore hari, dan kita menepi saat pagi menjelang,” ucap Badrul Qomar salah satu pemilik Kapal yang ada di Dermaga Branta Pesisir.

Dengan diikuti oleh sebanyak 30 awak setiap harinya, Badrul mengais rizki di tengah lautan pada saat malam tiba.

Baca Juga:  Sejumlah Kios Pasar Lenteng Sumenep Terbakar

Ditanya terkait hasil tangkapan, Badrul mengatakan jika untuk penghasilan setiap harinya itu tidak menentu, tergantung dari jenis serta banyaknya ikan yang mereka tangkap.

“Kadang per-orang dapat pembagian masing-masing 100.000 hingga 400.000,” katanya.

Badrul juga mengatakan tak jarang pula jika hasil tangkapan yang mereka dapatkan sedikit, sehingga pembagian yang didapat per-orang hanya sebesar 20.000 saja.

“Dan jika purnama sudah tiba, maka kami akan libur selama 10 hari, karena disaat purnama maka ikan-ikan yang ada di lautan sulit untuk ditangkap,” tuturnya.

Baca Juga:  Menikmati Indahnya Sunrise dan Sunset di Dermaga Brenta Pesisir Pamekasan

Tapi meski begitu dirinya tetap bersyukur, mengingat lingkungan rumah yang memang berada di pesisir jadi dia bisa berbagi pekerjaan serta rezeki dengan tetangga sekitar.

Berita Terkait

Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak
Pohon Tumbang Timpa Sekolah dan Puluhan Rumah Warga, Satu Orang Terluka
Copet HP Panen di Gelaran Festival ‘SALAK’ Momen Tahunan di Desa Wedi Bojonegoro
Kronologi Lengkap Bocah 5 Tahun di Sampang Tewas Tenggelam di Sungai, Ditemukan Meninggal

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru