Ketua DPRD Bondowoso Tantang H. Syamsul Hadi Merdeka Dalam Tuduhan Bermain Proyek

- Admin

Selasa, 8 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, SUARABANGSA.co.id – Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dafir tantang H. Syamsul Hadi Merdeka pasca tuduhan permainan proyek.

Dalam video pidato viral H. Syamsul Hadi Merdeka, pada acara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bondowoso, pihaknya menuduh Ketua DPRD dan kroni-kroninya bermain dalam proyek.

Dengan adanya tuduhan tersebut, Ahmad Dafir menantang untuk membuat laporan resmi kepada Polres Bondowoso jika memang tuduhan tersebut benar dan terbukti.

“Tiga hari yang lalu ada kegiatan di kantor PPP Bondowoso, Pak H Syamsul Hadi berpidato, bahwa Ketua DPRD dan kroni kroninya main proyek, kalau itu betul laporkan, jangan cuma ngomong,” kata Ahmad Dhafir pada media di acara ‘Pemahaman Politik Demokrasi’ yang diadakan di Ponpes Darul Fiqri, Kecamatan Wringin, Senin (7/2/2022).

Sebelumnya, Syamsul Hadi merupakan mantan anggota DPC PKB, Gagal menjadi anggota DPRD Bondowoso saat mencalon lewat PDI-P tahun 2019, dan saat ini pindah menjabat sebagai Bidang OKK3 di DPC PPP Bondowoso.

Dalam video viral, Syamsul Hadi menyebut, banyaknya jalan rusak akibat adanya yang bermain proyek.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pencurian di Taddan Camplong, Ternyata Warga Konang Bangkalan

“Mereka-mereka yang bermain proyek bekerjasama dengan kantor timur yang namanya ketua DPRD dan kroni-kroninya,” jelas Syamsul Hadi dalam video tersebut.

Lebih lanjut, Ahmad Dhafir menegaskan, jika Ketua DPRD dan anggota yang lain dianggap korupsi dan bermain-main proyek, mendorong pada Syamsul Hadi untuk melaporkan pada polisi. Namun jika tuduhan itu tidak benar, ia mengaku juga punya hak untuk melaporkan berita bohong pada polisi.

“Pernahkan anda baca undang-undang ITE, undang-undang yang mengatur hukuman bagi pelaku penyebar berita bohong ?, jikalau pak Syamsul Hadi berbohong kami akan laporkan anda,” imbuhnya.

Dhafir mengatakan, bertahun-tahun selalu difitnah, diam dan tidak pernah menjawab tuduhan negatif yang bermacam-macam.

“Dituduh korupsi, saya diam tidak pernah menjawab, karena ada kepentingan yang lebih besar,” imbuhnya.

“Kalau saya memposisikan sebagai calon bupati yang kalah, maka saya pastikan pemerintah Salwa Irwan Bachtiar (Sabar) ini sudah ambruk dua tahun yang lalu,” sambungnya.

Menurut Dhafir, jangankan calon bupati yang kalah, calon Kades yang kalah saja kejadian yang terbanyak itu pasti mencari-cari kesalahan Kades yang terpilih.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Cak Penerapan Protokol Kesehatan di PT Santos Jaya Abadi

Bahkan, kalau calon Kades yang kalah jika tidak mendapatkan kesalahannya, kadang doa doanya jelek pada Kades yang terpilih

“Seperti mendoakan Kades terpilih cepat tertangkap aparat, cepat meninggal, dan sakit struk, jadi doa doa jeleknya sangat lengkap dari Calon kades yang kalah,” ujarnya.

Dhafir mengaku, Dua tahun membantu dan dua tahun tidak pernah mengganggu pemerintahan Bupati Salwa tidak pernah meminta apapun dan mendapatkan sesuatu dari Bupati.

“Dua tahun Saya diam dan tidak pernah mengganggu, dan silahkan tanyakan pada KH Salwa Arifin Bupati Bondowoso, selama dua tahun menjadi Ketua DPRD bersama Bupati Salwa apakah saya minta sesuatu?, atau dapat imbalan zang satu kresek, silahkan sampaikan dan tanyakan,” ujarnya.

Ahmad Dhafir menegaskan, sebagai wakil rakyat, maka tidak salah ketika menagih janji-janji bupati waktu kampanye yang disusun sebagai visi dan misi pembangunan.

Baca Juga:  Geger, Kerangka Manusia Ditemukan di Tepi Pantai

“Katanya Bondowoso tanpa korupsi, Bondowoso tanpa Pungli, Bondowoso tanpa jual beli jabatan, tidak salah saya tanya. Kan janjinya memang,” urai Ahmad Dhafir.

“Tapi faktanya apa yang terjadi. Kata siapa tidak korupsi. Kata siapa tidak pungli. Kata siapa tidak jual beli jabatan. Lengkap sudah!,” tegas Ketua DPRD.

“Kan tidak salah jika saya tanya, katanya tanpa korupsi. Loh katanya tanpa jual beli jabatan. Faktanya?,” terangnya.

Ketua DPRD mengutip pernyataan Wakil Bupati Bondowoso H Irwan Bachtiar. Yang menurut analogi, wakil bupati itu adalah istri dari bupati.

“Pemilik rumah itu lebih tahu isi rumah. Bupati dan Wakil Bupati itu suami istri. Kalau istri saja ngomong bahwa Bondowoso ini marak jual beli jabatan, kan berarti betul,” tegasnya.

Dijelaskan, ketika kampanye wakil bupati adalah membawa Bondowoso tanpa pungli, tanpa jual beli jabatan.

“Orang yang ngomong tanpa pungli tanpa jual beli jabatan, justru mengatakan bahwa Bondowoso ini marak jual beli jabatan. Kan berarti betul,” tegasnya.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Berita Terbaru