BONDOWOSO, SUARABANGSA.co.id – Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dafir tantang H. Syamsul Hadi Merdeka pasca tuduhan permainan proyek.
Dalam video pidato viral H. Syamsul Hadi Merdeka, pada acara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bondowoso, pihaknya menuduh Ketua DPRD dan kroni-kroninya bermain dalam proyek.
Dengan adanya tuduhan tersebut, Ahmad Dafir menantang untuk membuat laporan resmi kepada Polres Bondowoso jika memang tuduhan tersebut benar dan terbukti.
“Tiga hari yang lalu ada kegiatan di kantor PPP Bondowoso, Pak H Syamsul Hadi berpidato, bahwa Ketua DPRD dan kroni kroninya main proyek, kalau itu betul laporkan, jangan cuma ngomong,” kata Ahmad Dhafir pada media di acara ‘Pemahaman Politik Demokrasi’ yang diadakan di Ponpes Darul Fiqri, Kecamatan Wringin, Senin (7/2/2022).
Sebelumnya, Syamsul Hadi merupakan mantan anggota DPC PKB, Gagal menjadi anggota DPRD Bondowoso saat mencalon lewat PDI-P tahun 2019, dan saat ini pindah menjabat sebagai Bidang OKK3 di DPC PPP Bondowoso.
Dalam video viral, Syamsul Hadi menyebut, banyaknya jalan rusak akibat adanya yang bermain proyek.
“Mereka-mereka yang bermain proyek bekerjasama dengan kantor timur yang namanya ketua DPRD dan kroni-kroninya,” jelas Syamsul Hadi dalam video tersebut.
Lebih lanjut, Ahmad Dhafir menegaskan, jika Ketua DPRD dan anggota yang lain dianggap korupsi dan bermain-main proyek, mendorong pada Syamsul Hadi untuk melaporkan pada polisi. Namun jika tuduhan itu tidak benar, ia mengaku juga punya hak untuk melaporkan berita bohong pada polisi.
“Pernahkan anda baca undang-undang ITE, undang-undang yang mengatur hukuman bagi pelaku penyebar berita bohong ?, jikalau pak Syamsul Hadi berbohong kami akan laporkan anda,” imbuhnya.
Dhafir mengatakan, bertahun-tahun selalu difitnah, diam dan tidak pernah menjawab tuduhan negatif yang bermacam-macam.
“Dituduh korupsi, saya diam tidak pernah menjawab, karena ada kepentingan yang lebih besar,” imbuhnya.
“Kalau saya memposisikan sebagai calon bupati yang kalah, maka saya pastikan pemerintah Salwa Irwan Bachtiar (Sabar) ini sudah ambruk dua tahun yang lalu,” sambungnya.
Menurut Dhafir, jangankan calon bupati yang kalah, calon Kades yang kalah saja kejadian yang terbanyak itu pasti mencari-cari kesalahan Kades yang terpilih.
Bahkan, kalau calon Kades yang kalah jika tidak mendapatkan kesalahannya, kadang doa doanya jelek pada Kades yang terpilih
“Seperti mendoakan Kades terpilih cepat tertangkap aparat, cepat meninggal, dan sakit struk, jadi doa doa jeleknya sangat lengkap dari Calon kades yang kalah,” ujarnya.
Dhafir mengaku, Dua tahun membantu dan dua tahun tidak pernah mengganggu pemerintahan Bupati Salwa tidak pernah meminta apapun dan mendapatkan sesuatu dari Bupati.
“Dua tahun Saya diam dan tidak pernah mengganggu, dan silahkan tanyakan pada KH Salwa Arifin Bupati Bondowoso, selama dua tahun menjadi Ketua DPRD bersama Bupati Salwa apakah saya minta sesuatu?, atau dapat imbalan zang satu kresek, silahkan sampaikan dan tanyakan,” ujarnya.
Ahmad Dhafir menegaskan, sebagai wakil rakyat, maka tidak salah ketika menagih janji-janji bupati waktu kampanye yang disusun sebagai visi dan misi pembangunan.
“Katanya Bondowoso tanpa korupsi, Bondowoso tanpa Pungli, Bondowoso tanpa jual beli jabatan, tidak salah saya tanya. Kan janjinya memang,” urai Ahmad Dhafir.
“Tapi faktanya apa yang terjadi. Kata siapa tidak korupsi. Kata siapa tidak pungli. Kata siapa tidak jual beli jabatan. Lengkap sudah!,” tegas Ketua DPRD.
“Kan tidak salah jika saya tanya, katanya tanpa korupsi. Loh katanya tanpa jual beli jabatan. Faktanya?,” terangnya.
Ketua DPRD mengutip pernyataan Wakil Bupati Bondowoso H Irwan Bachtiar. Yang menurut analogi, wakil bupati itu adalah istri dari bupati.
“Pemilik rumah itu lebih tahu isi rumah. Bupati dan Wakil Bupati itu suami istri. Kalau istri saja ngomong bahwa Bondowoso ini marak jual beli jabatan, kan berarti betul,” tegasnya.
Dijelaskan, ketika kampanye wakil bupati adalah membawa Bondowoso tanpa pungli, tanpa jual beli jabatan.
“Orang yang ngomong tanpa pungli tanpa jual beli jabatan, justru mengatakan bahwa Bondowoso ini marak jual beli jabatan. Kan berarti betul,” tegasnya.

















