Gandeng TP-PKK, DKPP Sumenep Menggelar Bimtek Pemanfaatan dan Pengolahan Herbal

- Admin

Kamis, 17 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id –Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumenep menggelar Bimtek Pemanfaatan Dan Pengolahan Herbal untuk yang kedua kalinya. Kamis (17/02/2022).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep Arif Firmanto mengatakan, tujuan diadakannya bimtek ini untuk meningkatkan peran serta masyarakat khususnya kader PKK dalam pemanfaatan pekarangan dengan tanaman obat keluarga (toga).

Selain itu juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dengan pemanfaatan tanaman herbal untuk meningkatkan kualitas kesehatan di tingkat rumah tangga.

“Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya TP-PKK dalam pemanfaatan dan pengolahan bahan herbal serta mendorong kreativitas dan inovasi dalam pengembangan olahan herbal yang bernilai komersial,” terang pria yang sering dipanggil Arif tersebut.

Baca Juga:  Antisipasi Virus PMK, DKPP Sumenep Perketat Pengawasan Hewan

Arif menambahkan, olahan bahan pangan herbal pada saat ini memberikan peluang untuk dijadikan usaha skala rumah tangga, untuk itu diharapkan setelah selesainya bimtek nantinya TP-PKK berperan aktif mulai dari tingkat desa hingga tingkat kecamatan.

Lanjut Arif, setelah selesainya bimtek nanti, pihaknya akan memberikan bantuan berupa bibit tanaman toga kepada kelompok wanita yang berada di 10 desa yang telah ditentukan sebagai finalis lomba 10 program  pokok PKK, sehingga KWT tersebut bisa bersinergi dengan TP PKK Desa.

“Nanti saya tugaskan PPL untuk selalu berpartisipasi aktif dalam melaksanakan pendampingan, penyuluhan dan bimbingan tentang budidaya tanaman toga sesuai GAP kepada TP-PKK Desa,” imbuhnya.

Baca Juga:  Wakapolda Jatim Tinjau Ruang Pelayanan Publik Polri

Pihaknya mengucapkan banyak Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada ibu ketua TP-PKK Kabupaten Sumenep yang telah memberikan dukungan, serta motivasi kepada instansinya melalui pelaksanaan kegiatan TP-PKK yang selalu bersinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya kemajuan di bidang pertanian.

“Terimakasih kerjasamanya, ini merupakan kebanggaan bagi kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi mengatakan bahwa, program pangan merupakan salah satu dari 10 dari program pokok PKK yang berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga, yakni dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya sesuai dengan kearifan lokal.

Di samping itu, dioptimalkannya juga tanaman pangan dan tanaman produktif yang bernilai ekonomis tonggi, minimal untuk memenuhi kebutuhan san tabungan keluarga, serta meningkatkan tanaman obat keluarga (toga).

Baca Juga:  Sukses Kendalikan Virus PMK, DKPP Sumenep Mendapat Penghargaan dari Kementan

“Tanaman herbal atau juga toga merupakan tanaman yang dapat digunakn untuk mengobati penyakit dan untik meningkatkan kesehatan. Tanaman ini dikenal mengandung sebyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan,” ucapnya.

Masih kata Nia Kurnia, pemanfaatan tanaman herbal secara langsung terbukti dapat memperbaiki status gizi, jamu yang terbuat dari bahan herbal pilihan tentunya memiliki berbagai macam khasiat, salah satunya untuk menjaga kesehatan di musim pandemi saat ini.

“Jamu yang menggunakan bahan herbal khas Indonesia ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita, khasiat dan manfaat dari jamu ini bahkan sampai menarik perhatian peneliti dari luar negeri,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan
Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro
Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Pertanian
Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama
Meski Pendapatan Lampaui Target, DPRD Bojonegoro Soroti DBH Migas hingga Program Gayatri
Bupati Bojonegoro Warning KPM Gayatri: Jual Ayam Bantuan, Siap-Siap Blacklist
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Setyo Wahono: WTP Bukan Sertifikat Anti-Korupsi

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru